PERAN AYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Sabtu kemarin saya mengikuti Seminar Parenting di sekolah anak saya yang menghadirkan Bapak Irwan Rinaldi dari Yayasan Sahabat Ayah, mengambil tema Pengasuhan Berkarakter Menciptakan Generasi Rabbani yang Cerdas dan Berakhlak Mulia. Lebih jauh, isi seminar mengenai peran ayah dalam pembentukan karakter anak. Sejauh ini, peran ibu yang selalu disoroti dalam mengasuh dan mendidik anak, nyaris peran ayah hilang dari pembahasan mengenai perannya yang sangat besar dalam menumbuhkan karakter anak. Lalu apa yang harus dilakukan para ayah? Sejauh mana peran ayah? Kapan ayah harus terlibat dalam pengasuhan? Kapan waktu terbaik bagi anak untuk ayah yang super sibuk?

Seminar ini diawali dengan pemaparan bagaimana pola pengasuhan yang ada dan yang sebaiknya. Bahwa pola pengasuhan pendidikan yang salah juga berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Penekanan pada pemahaman bukan hafalan menjadi pendekatan yang baik. Menurut hasil penelitian, penentu keberhasilan hidup anak bukan dari nilai pelajaran sekolah atau informasi yang dihafalkan.Kesuksesan hidup 80%-90% ditentukan bukan oleh kognitif tapi lebih pada karakter.

Lalu bagaimana pembentukan karakter anak itu sendiri? Pembicara menconthkan berbagai kejadian sehari-hari dalam rumahtangga bagaimana orang tua bersikap terhadap anaknya. Tidak sedikit orang tua yang melimpahkan pengasuhan anak kepada orang lain (pembantu rumah tangga, kakek nenek, saudara, dll) sehingga orang tua melewatkan ‘golden moments’ yang cukup berpengaruh dalam membentuk karakter anak. Belum lag bagaiman orang tua berselisih dalam rumahtangga, pengasuhan yang sepenuhnya dibebankan kepada ibu, dan pola pengasuhan yang konvensional karena pengaruh cara orang tua dulu mengasuh anak yang secara tidak sadar ditiru. Alhasil, anak menjadi jenuh, kesepian, takut, marah, stress, lelah, dan bahkan menderita fathers hunger. Kenapa ini terjadi?

Para ayah, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk turut mengembangkan karakter anak terutama dalam usia tahap I yakni 0-10 tahun berupa perilaku lahiriah. Pada masa ini perilaku anak dipengaruhi lebih banyak oleh factor eksternal, bersifat egosentris. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah PENGARAHAN, PEMBIASAAN dan KETELADANAN. Pengakuan ketika anak melakukan hal benar dan pemberian konsekuensi saat anak melanggar kesepakatan akan menumbuhkan karakter yang kuat. Pada tahap II usia 11-15 tahun, masa perilaku berkesadaran, anak mulai memasuki tahap kebiasaan dan akan berkembang menjadi karakter kepribadiannya, mulai berorientasi masa depan. Pendekatan yang diutamakan adalah menanamkan NILAI melalui dialog, PEMBIMBINGAN bukan instruksi, serta PELIBATAN, bukan pemaksaan. Berbeda lagi dengan pola pengasuhan pada tahap usia 15 tahun ke atas dimana konsep diri anak menguat dan merasa memiliki kebebasan dalam memilih. Pendekatan yang diutamakan adalah perumusan VISI MISI hidup pribadi dan PENGUATAN tanggungjawab langsung kepada Allaah swt.

Para ayah, jangan melewatkan momen bangun pagi dan menjelang tidur. Selalu ‘hadir’ lah saat pagi sebelum anak memulai hari untuk mengaktifkan segala hal positif dalam diri anak. Usahakan ayah membangunkan anak dengan cara terbaik, atau mengantarkan tidur dengan cerita atau obrolan sebagai ‘penutup hari’, bahkan sekedar menjadi pendengar yang baik. Hadapi masalah dalam hidup dan selesaikan masalah dengan baik, karena cara ayah menyelesaikan masalah akan berpengaruh pada bagaimana anak menghadapi dan menyelesaikan masalah. Bekerjasamalah dengan para ibu untuk berbagi tugas dan peran dalam pengasuhan anak.

Begitulah, seharusnya para ayah juga terlibat dan hadir serta antusias dalam kegiatan parenting, bukan hanya ibu yang dibebani dengan pengasuhan. Nyatanya dalam seminar ini pun, sebagian besar yang hadir adalah para ibu, belum tentu ketika ibu yang menyampaikan ilmu yang didapat kepada suaminya, suami/ayah akan menerima dengan baik, tetapi setidaknya para ayah harus mulai membenahi diri dan terlibat dalam pola pengasuhan anak.

- Every father should remember that one day his son will follow his example instead of his advice.-

About these ads

One thought on “PERAN AYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s