CITA-CITA (baca: OBSESI) : MENJADI IBU RUMAH TANGGA

CITA-CITA (baca: OBSESI) : MENJADI IBU RUMAH TANGGA

Ketika ada pertanyaan tentang cita-cita, sebagian besar anak-anak atau siswa akan menjawab: dokter, insinyur, diplomat, ahli ekonomi, menteri, presiden, polisi…Semua menyebut nama pekerjaan bergaji tinggi, berpangkat, atau yang memerlukan pendidikan tinggi. Tidak heran memang, karena setiap kali anak mau mulai bersekolah, doktrin belajar biar pintar dan nanti jadi orang besar(sukses=kaya raya dan terkenal) mulai ditanamkan sejak balita. Memang motivasi kesuksesan menjadi yang utama dalam anak-anak belajar. Lalu konsep itukah yang menjadikan seluruh anak/siswa perempuan ingin menjadi wanita parir dan tak satupun yang ingin menjadi ibu rumah tangga??Berapa banyak diantara Anda dulu waktu masih kecil yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga??? Atau kalau saat ini Anda bertanya kepada anak-anak tentang cita-cita mereka, adakah yang menjawab ingin menjadi ibu rumah tangga?

Emansipasi yang dicetuskan Kartini saat itu nampaknya banyak disalah pahami dan diartikan mentah-mentah. Bahwa sekarang pada kenyataannya memang banyak wanita-wanita super yang menduduki jabatan-jabatan strategis di lembaga dan perusahaan besar berskala nasional maupun internasional. Kesejajaran pria – wanita di dunia kerja, politik, bahkan di rumah nampak jelas sekali. Ini bukan kesalahan. Ini memang gejala perkembangan zaman dan hak setiap individu untuk mengembangkan diri.Dan ini adalah pilihan!!!

Adakah diantara mereka yang memulai karir dari ibu rumah tangga? Berapa banyakkah wanita yang dengan ikhlas menjadi ibu rumah tangga sejati meski dengan pendidikan tinggi? Rata-rata perempuan ’gengsi’ dan merasa ’rugi’ sudah sekolah tinggi-tinggi kalau harus kembali ke dapur…Benarkah demikian? Benarkah bahwa menjadi ibu rumah tangga itu gampang, tidak perlu bersekolah tinggi, dan masih menjadi kaum terpinggirkan yang tidak mengikuti perkembangan zaman? TIDAK!!!

Bayangkanlah kegiatan yang harus dilakukan ibu rumah tangga di rumah saat sang bapak bekerja mencari nafkah. Tugas utama ibu rumah tangga adalah menjalankan proses berumahtangga dengan selaras, serasi seimbang mulai dari urusan suami, anak, dan hal-hal terkait rumah tangga semisal keuangan, aktivitas sosial, hubungan keluarga, tata ruang dan kebersiahan, gizi keluarga, kesehatan keluarga, dll. Seluruh kegiatan yang dilakukan ibu rumah tangga yang cerdas pasti mencakup semua bidang ilmu yang Anda pelajari di kampus tempat Anda kuliah. Semua mencakup ilmu-ilmu: kependidikan, psikologi, kedokteran, ahli gizi, akuntansi, design interior, seni, kamunikasi, public relations, arsitek, perawat, dan tentunya management..serta banyak lagi jurusan-jurusan yang sangat dibutuhkan ibu rumah tangga. Tugas yang cukup berat. Jangan dibayangkan ibu rumah tangga bisa ’leyeh-leyeh’ (istirahat) sepanjang waktu. Bahkan mungkin ibu rumah tangga tak punya waktu sedikitpun untuk beristirahat. Bangun tidur menyiapkan sarapan, menyiapkan suami ke kantor, anak sekolah, memasak, mencuci, menyetrika, merapikan rumah, belanja, menemani anak belajar, dan sebagainya..Tidak pantas rasanya memandang para ibu sebelah mata pada mereka yang rela melepas karirnya untuk menjadi the real housewife. Meski sekarang banyak yang bisa dilakukan para ibu dari rumah seperti berbisnis. Itu sama saja dia bekerja…

Bukan berarti wanita bekerja tidak menjalankan tugasnya dengan baik di rumah. Ini terkait dengan pengaturan waktu saja. Hanya memang porsi waktu untuk keluarga terbatas. Jika harus angkat topi atau mengacungi jempol, saya berikan penghargaan tertinggi untuk para ibu rumah tangga sejati. Yang mencurahkan seluruh waktunya untuk anak dan suami tercinta, untuk keluarga dan dengan ikhlas menjalani hari-harinya menjadi manager rumah tangga. Jika setiap oarng mulai bergeser pemikiran bahwa ibu rumah tangga adlah profesi yang paling sulit dijalani, layak disejajarkan dengan yang berpangkat tinggi dan bergaji tinggi, diakui bahwa seluruh bidang ilmu wajib dipunyai ibu rumah tangga, maka profesi ibu rumah tangga menjadi cita-cita untuk setiap anak perempuan.. .

2 thoughts on “CITA-CITA (baca: OBSESI) : MENJADI IBU RUMAH TANGGA

  1. MEMANG SANGAT SULIT SEKALI UNTK MENJADI IBU RUMAH TANGGYANG SEBENARNYA, APALGI KALO KITA UDAH PERNAH BEKERJA. ADA PERASAN BOORING BANGET. APALAGI KALO KITA TIDA PUNYA UANG SAMA SEKALI. HANYA UANG BULANAN YANG PAS BANGET NTUK BELANJA KEPERLUAN MASAK. HARUS SABAR DAN IHKLAS MENERIMA DAN MENJALANI INI SEMUA.

    • Yup betull….sabar, ikhlas dan bersyukur itu kuncinya… Yang jelas, tetap tingkatkan kualitas diri meski tidak bekerja..
      Jadi ibu rumah tangga jg harus cerdas dan kreatif, up to date,…thank u..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s