DAY CARE: SOLUSI CERDAS IBU BEKERJA

Anda wanita bekerja? Kesulitan mencari pengasuh anak Anda yang masih balita bahkan batita? Khawatir dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak? Pembantu atau pengasuh anak sudah makin sulit di cari. Dititipkan nenek/kakek, bukan saatnya lagi merepotkan mereka di masa senja. Sekarang bukan waktunya lagi untuk pusing urusan pengasuhan anak. Dan ibu yang cerdas, pilihlah solusi itu dengan berbagai pertimbangan, plus minus dari setiap pilihan. Harapannya bahwa aktivitas kerja di luar tidak mengganggu tugas utama Anda terhadap keluarga, terutama anak.

Saya pribadi mengalami hal itu.Yang terpikir saat itu adalah punya pembantu di rumah. Tapi ternyata nyari pembantu ga segampang yang kita bayangkan. Dan ternyata ada alternatif solusi: day care. Saya menitipkan anak sejak dia usia 2 bulan hingga usia 1 tahun dan ada pembantu di rumah.

Aktivitas para ibu yang sekarang mulai banyak merambah dunia kerja, ikut mempengaruhi munculnya day care atau lebih dikenal dengan tempat penitipan anak (TPA). Tempat ini perlahan mulai mengalami transisi dari sekedar mengasuh anak hingga mendidik anak sesuai tugas perkembangannya. Makin maraknya bisnis TPA ini menuntut persaingan kualitas TPA tentunya. Berlomba-lomba menawarkan ‘pesona’ TPA nya untuk menggaet konsumen. TIdak ada salahnya Anda memilih satu diantara sekian banyak.

Berbagai kota besar di Indonesia sudah memiliki beberapa pilihan day care dengan berbagai keunggulannya, sehingga para ibu tinggal menentukan dimana akan menitipkan anak-anaknya. Namun, hati-hati dalam menitipkan anak. Pertimbangkan beberapa hal berikut: Pilih TPA yang sesuai kriteria yang anda inginkan, sesuaikan dgn budget, jarak, fasilitas, tenaga pengasuh, aktivitas harian, jam operasional, jadwal/kurikulum, dan bila perlu badan hukum.

  • Perhatikan usia anak Anda. Ada berbagai jenis TPA yang menawarkan program untuk batita bahkan mulai 2 bulan hingga usia play group, bahkan ada TPA yang melayani anak balita sepulang sekolah.
  • Mintalah deskripsi kegiatan anak selama di TPA: jam bermain, jam tidur, jam makan, jam ibadah, jam mandi, aktivitas selama seharian  dan lihatah fasilitas yang disediakan di sana. Mulai dari alat bermain, tempat tidur, kamar mandi, tempat makan dan makanan yang tersedia, bahkan ada yang menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis, dan konsultasi psikologi.
  • Pertimbangkan jumlah anak dengan jumlah pengasuh. Biasanya ada pengelompokan anak berdasar usia. Semakin kecil usia anak, pengasuh semakin intens dan lebih banyak. Setidaknya 3 bayi, 1 pengasuh.
  • Perhatikan kebersihan, keleluasaan termasuk kapasitas ruangan cukupkah dengan jumlah anak dan tentunya keamanan. Adakah satpam, jauhkah dari jalan raya, di lantai berapa kah, dsb.
  • Sesuaikan hari, jam dan jarak. Jam operasional TPA biasanya pagi jam 7, melayani para orang tua yang berangkat pagi dan tutup jam 4 sore pada hari-hari kerja Senin-Jumat/Sabtu. Keterlambatan penjemputan biasanya dikenai denda, yang tujuannya sebenarnya menertibkan penjemputan. Tarif denda berbeda-beda besarnya tapi dihitung per jam berikutnya.
  • Perhatikan jarak TPA dengan rumah Anda atau tempat kerja Anda sehingga mudah mengatur antar jemput atau menengok anak Anda. Apalagi jika anak Anda masih bayi dan perlu ASI, nampaknya pilihan tepat bila TPA berada di dekat kantor dan jam istirahat kantor bisa Anda beri ASI.
  • Kurikulum atau setidaknya aktivitas anak jelas, termasuk bayi. Ini sebagai bagian dari belajar disiplin dan mandiri Sejas dini. Negosiasikan bila harus minta tolong pengasuh memberikan sarapan, memandikan sebelum pulang.
  • Lihatlah badan hukum pendirian lembaga tempat penitipan anak. Pastikan anak Anda aman dan terjamin. Mintalah nomor telepon seluruh pengasuh dan nomor pengaduan jika terjadi apa-apa.
  • Semua jenis fasilitas yang ditawarkan biasanya mempengaruhi harga. Jadi sesuaikan kebutuhan Anda dengan budget Anda sebulan. Jangan2 gaji Anda habis untuk bayar menitipkan anak.

Memang tidak mudah menitipkan anak seharian selama kita bekerja. Tapi ada plus minus dari setiap pilihan. Di TPA anak lebih bisa bersosialisasi, mandiri, disiplin dan belajar menemukan dirinya diantara banyak teman, berbagi dan termotivasi melakukan sesuatu karena stimulasi. Seharusnya itu memang tugas ibu di rumah dalam pengasuhan anak. Repotnya kalau ada anak sakit, anak lain bisa tertular, semacam flu, diare, dsb. Apapun dan bagaimanapun, ibu tetap bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengasuhan anak, jadi luangkan betul waktu bersama sepulang bekerja dan sepulang anak dari day care dan saat weekend. Upayakan anak tidak merasa dikesampingkan, ditinggalkan atau dinomorduakan. Selamat mencoba.

4 thoughts on “DAY CARE: SOLUSI CERDAS IBU BEKERJA

    • thnx bu..iya rencananya begitu tp disini agak susah..mahal pula..jd tar aja di TK B..skrg msh half day…maunya nyambung day care biar ga klamaan ma si mbak..tapi pilih2 dulu..

  1. Maaf. ikut nambahin info ya…
    Alhamdulillah…telah dibuka daycare/tempat penitipan anak AULADI” di daerah padalarang kabupaten bandung barat, bagi bunda yang sibuk bekerja kami siap untuk membantu mengasuh dan mendidik putra-putrinya,

    alamat lengkap :
    paud/kober/daycare AULADI – Bandung – Padalarang
    Komp. Pondok Padalarang Indah / Komp. PPI
    Jl.GA Manulang Blok G10 No. 17 Rt 02 RW. 28
    Kec. Padalarang Kabupaten Bandung Barat

    informasi dan pendftaran :
    BU ANIS HP. 022 76054307/085222981974

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s