BETAPA KU CINTA PADAMU

Baru saja menemani Nobel, anakku, tidur..dan senangnya melihatnya terlelap dalam pelukanku..

“Mau bobok Bunda,”begitu pintanya saat aku mengantarnya tidur. Maksudnya dia tidur tengkurap dlm pelukan di dadaku, dielus2 dan dinyanyikan lagu:  Nobel, anakku manis, janganlah menangis…Bunda ada di sini tidurlah tidur..Lupakan duka lara.. Tidur anakku tidur…

Berucap syukur tiada terkira hari ini aku bisa di rumah lebih awal, meski ga bisa jemput Nobel di play group, aku bisa mendengar celotehan dia sebelum tidur. “Bunda..td aku jatuh..”, katanya begitu bertemu aku. “Jatuh lagi?” kataku, Ga papa, bermain terus jatuh tuh biasa, trus bangun lagi maen lagi deh..Nobel nangis ga?”Ada yang sakit ga?”  ” Nggak,” katanya bangga. Senang aku mendengarnya. Hari ini Nobel ada dancing class, kemaren berkebun dan computer class..Dan betapa senang ketika dia sudah hafal surat2 pendek dan doa sehari2..plus artinya lagi.. Haduh..aku bahkan ga sempet intensif mengajarinya.. Maafkan Bunda sayang…

Capek sekali nampaknya Nobel bermain hari ini. Senangnya dia bermain di play group, kl sampai rumah dah minta brgkt sekolah lagi. Hari Sabtu Minggu saat libur, dia blm tau dan tetap minta sekolah. Dan barusan tadi sebelum tidur dia minta “Bunda..ayo antar Nobel ke sekolah..” Hm..dia memang menemukan dunianya di sekolah bersama teman2nya..menikmati hari2 indah masa balita seharian dgn guru2 yang handal pastinya.maklum saja ketika Nobel lebih nurut semua kata guru daripada kami yang di rumah. Maafkan Bunda…

Anakku, betapa Bunda sedih setiap kali ingat harus melewatkan hari-hari indah bersamamu. Berangkat kerja pagi, pulang malam. Bahkan pernah pergi sebelum kamu bangun dan pulang tengah malam saat kamu sudah pulas terlelap. Kamu pasti marah, kamu pasti kecewa dan Bunda tahu kamu sring protes. Maafkan Bunda sayang…Apapun yang Bunda lakukan, Bunda tetap syang sama kamu melebihi rasa sayang Bunda kpd siapapun…Kamu akan mengerti suatu saat nanti knp hal ini terjadi.. Semua juga untukmu anakku…Dan suatu saat nanti Bunda ingin kamu bangga punya Bundamu ini..Percayalah Bunda juga sedih tidak bisa setiap detik bersamamu dan yakinlah Bunda sangat sayang padamu…

Aku ingat masa2 awal aku menitipkan Nobel di day care saat usianya baru 2 bulan..benar2 menangis aku sepanjang jalan ke tempat ku bekerja..Aku ga tega..Dan aku ga punya pilihan lain hingga usianya 1 tahun. Dan selama itu, aku benar2 bersedih dengan segala kejadian2 sakit, kecelakaan, telat jemput, dititipkan budhenya. Pedih rasanya saat itu..Mungkin Nobel juga protes knp ditinggal di day care yang kurang representatif menurutku. Meski begitu, Nobel jadi anakmandiri, disiplin, berani, kreatif dan punya inisiatif.

Begitu dia bisa bicara dan menyampaikan pendapat, mulailah mengungkapkan segala perasaannya. Nobel ga suka saat Ayah mendekat Bunda. “Ayah..itu Bunda Nobel! Ayah pergi sana…” katanya tanda cemburu, iri. Atau dia tunjukkan betapa dia sayang padaku saat aku sakit, “Bunda knp? Oo..Bunda sakit?” lalu dia ambil obat (minta tolong pengasuh) atau apaun untuk diminumkan.”Ini Bunda..biar sembuh,”katanya. Atau betapa dia juga bersedih saat tak sengaja melihatku menangis..”Bunda..kok nangis?” Dan dia akan ikut menangis ketika aku tidak segera menjelaskan semuanya. Dia bahkan bersedih begitu dia membuat kesalahan, dan aku belum menanyakan apapun.

Aku juga sering sekali harus malu dengannya. “Bunda..tangannya Ultraman copot,..ayo pasang lagi..” Dan saat kubilang tidak bisa, nunggu Ayah yang pasang..Nobel langsung berkata,”Bisaaa…!! Bunda pasti bisa..ayo belajar!!!” Awalnya aku kaget, tapi itulah ungkapan jujur dan harapannya terhadapku..Bunda serba bisa!  dan kupikir aku memang harus bisa! Apalagi hanya ada aku di rumah, ga mungkin mengandalkan pembantu jika aku masih bisa dan berharap Ayahnya juga akan memanfaatkan moment terbaik ketika Ayah di rumah. Aku harus berperan ganda…dan ketika belum semua terlewati dengan baik..maafkan Bunda ya Nak…

Aku tahu dia begitu bangga dengan orang tuanya. Aku tau dia juga berharap banyak dari kami. Nobel senang ketika diantar sekolah atau berangkat bareng Bunda..Nobel juga riang saat aku muncul di depan pintu kelas untuk menjemputnya..Nobel bersemnagat saat aku ada dan mengajaknya bermain di ruang main favoritnya di rumah…Nobel cukup bangga dengan orang tuanya..dan ini juga membuatku sedih…Dia selalu bilang,”Aku punya Bunda, Zidane punya Mama, Attar punya Ibu..trus Haikal punya Umi..”. “Bunda..kok aku ga punya kakak?” “Zidane punya kakak, Ryan juga punya kakak..” Dan saat ku tanya Nobel mau adek.. Nobel langsung jawab,”Nggaaak..” sambil geleng2 dan teriak2.. Huft…. Dia memang masih manja dan takut perhatian kami terbagi. Tapi dia harus belajar berbagi dan itu yang membuatku senang, Nobel suka berbagi!! Alhamdulillah…

Anakku..betapa Bunda terharu sekarang kamu sudah 3,5 tahun..masa-masa kritis perkembanganmu. Kamu cukup kuat melewati hari-hari yang sulit bersama Bunda..Kamu cukup tahan banting dengan segala kondisi kita..Kamu cukup bisa diajak bekerjasama..Kamu sangat pengertian.. Anakku..Bunda sungguh mohon maaf untuk segala kondisi ini..Jauh dlam hati Bunda ingin selalu bersamamu..dan percayalah..kemanapun dimanapun kapanpun dan apapaun yang terjadi..Bunda dan Nobel tidak akan terpisahkan..kamu selalu ada di hati Bunda..dan Bunda akan selalu siap siaga..ada untukmu..kita akan selalu bersama..karena kamu jiwa Bunda…Bunda janji akan melakukan banyak hal dan yang terbaik untukmu..Bunda ingin membuatmu bangga..dan bila sekarang Bunda belum mampu melakukan semua..Maafkan Bunda Nak..Doa terbaik Bunda menyertai setiap langkahmu …Bunda sayang padamu…SELALU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s