2012: Personal Movie Review

2012..we were warned..begitulah poster2 menghiasi sluruh bioskop dseluruh negeri. Film yang mulai menghebohkan masyarakat mulai diputar sejak beberapa minggu lalu. Lihat saja animo masyarakat yang berlebihan dgn munculnya rasa penasaran akan datangnya kiamat 21 12 2012… Berbagai komentar penonton yang memuja film baik di FB maupun media masa itu sungguh bikin aku heran. Padahal beberapa bulan lalu ketika melihat synopsis di stasiun TV saat film di launching di luar negeri sana toh menurutku biasa-biasa saja. Daripada penasaran juga akhirnya ku putuskan menonton film itu. Hasrat menonton memang sudah hampir 3 bulan terpendam, kebetulan sempat weekend ini dan kebetulan film yg diputar 2012..Berangkat yuk…

Antrian panjang, yg sebenernya sudah setiap pagi kulihat saat berangkat kerja, makin panjang weekend ini. Lhah..bakal telat nih pikirku..Gmn kl sampe depan loket ga dapat tiket?? Benar saja..tiket habis dan ternyata di beli para calo!!! Sial..akhirnya ku beli juga di calo, lebih mahal 10 ribu..

Menunggu jam main, aku lihat2 jadwal show dan title film2 di bioskop yg relatif baru. Kasian juga nasib film2 laen, ga ada penontonnya. Hm…kok bisa ya?? Dan rasa penasaranku terjawab sudah begitu penonton Theater 3 dipersilakan masuk…2012..we were warned

2012…tidak ada artis ato actor terkenal (ato yg kukenal oke) yg memainkan peran film itu..Memang kualitas gambar, suara dan animasi ato motion (ga tau lah..pokoknya boongan) nya membuat seolah penonton benar2 berada dlm keadaan itu…Deskripsi setting jg bagus dan hampir riil..Pesan moral juga oke. Ide logis cerita jg oke lah..sayangnya alurnya terlalu dipaksakan…Orientasi dan masuk komplikasi masalah terlalu ‘disambung-sambungkan’..Kronologis yang dibuat seperti ‘terburu-buru’ dan gampang ditebak..apalagi ditambah keterangan waktu yang tertera dlm film itu. In general, ide cerita plus skenario  sudah oke menyajikan tontonan yang cukup menghibur dan membuat penonton berpikir setelah menonton film itu.

Lalu apa yg jd masalah? Perang pendapat dari berbagai kalangan dan ancaman penarikan film itu dari pasaran makin ramai..apa yg salah? Untuk yg satu ini..aku harus acungi jempol buat marketing team film yg sudah meng’hipnotis’ masyarakat tentang film itu. Isu film itu menggambarkan kiamat yg akan terjadi di 21 Desember 2012 benar2 menyedot perhatian penonton di seluruh negeri. Bagaimana tidak? Masyarakat Indonesia yg ‘labil’ mudah sekali terkena pengaruh yg memang sih cukup persuasive meski nampak “bohong”. Di film itu memang tidak layak disebut kiamat yg the end of the world..toh msh ada yg selamat. Hanya bencana besar (disebut kiamat kecil jg boleh kali ya), tapi bukan kiamat yg sesungguhnya. Belum lagi isu yg dilempar ke public yg berbau SARA (cenderung religi) makin memicu respon berbagai kalangan soal film itu. Aku jd heran, yg komentar di media massa itu sudah nonton filmnya ato belum sih? Kl sudah berarti mereka salah persepsi, kalo belum mereka berburuk sangka..Terlalu berlebiha respon hingga akan ditariknya film itu justru makin membuat penasaran masyarakat untuk segera menonton sbkm ditarik. Dan lagi2, pihak produser film diuntungkan!!! Strategi marketing yg OKE memang…dan sampai sekarang juga belum ditarik..sampai batas waktu yg belum ditentukan katanya. Hmmm….

Whatever lah dgn kesan, penilaian dan respon Anda yg sudah nonton ato yg belum, percayalah itu murni film hasil karya rekaan/imajinasi manusia. Kita jadikan gambaran saja, bahwa bencana sebesar itu tentu masih kalah jauh dari kiamat yang pastinya lebih hebat sesuai yg digambarkan dlm Al Qur’an. Sebaiknya tidak direspon demikian strict..toh sebagian masyarakat juga punya hak menilai dan punya cara sendiri menyikapi film itu. Jadi isu ditarik juga tidak berguna malah makin menyedot penonton. Ditarikpun juga malah menimbulkan pembajakan terhadap film itu. Orang kita kan cerdik2..hehehe..

  • Mari kita ambil hikmah saja bahwa
  • Adanya hari akhir (kiamat) itu memang kita harus percaya tapi itu rahasia Tuhan dan hanya Dia yang tahu.
  • Bencana yang terjadi adalah peringatan kepada manusia, dan pasti kiamat jauh lebih dahsyat dari itu.
  • Teruslah berusaha terhadap apapun masalah yang menimpa, bahkan ketika kematian di depan mata..hanya Tuhan yg tahu dan mampu menghidupkan dan mematikan umatNya.
  • Bersiaplah untuk segala kemungkinan jika yang kita jalankan tidak sesuai rencana. Tetaplah berpikir logis dan tenang dalam mengambil keputusan.
  • Kita semua bersaudara. Kita akan berarti jika mampu berbagi dengan sesama, maka tumbuhkanlah rasa kemanusiaan dan cinta sesama makhluk Tuhan.
  • Segala yang kita miliki hanya titipan dariNya, tidak ada yang bisa kita bawa saat hari kiamat datang bahkan saat terjadi bencana
  • Dekatkan diri dengan keluarga. Keluarga adalah segalanya, bukti cinta yg sesungguhnya. Hubungi segera jika lama ga silaturahmi, minta maaf jika pernah berbuat salah..
  • Berdoalah dan beribadah dlm kondisi apapun..bahwa hidup memang untuk ibadah…

Bagi yg sudah nonton: semoga bisa mengambil manfaat dari film yg harusnya menghibur ini.

Buat yg belum nonton: jgn salah menilai dan prasangka dulu…jgn pasang ekspektasi yg terlalu tinggi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s