MENJADI GURU PROFESIONAL MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER

Teman saya pernah menulis soal profesional dan guru profesional..berkali-kali saya juga membaca banyak tulisan ‘curhat’ para tenaga pendidik dna pemerhati pendidikan mengenai profesionalisme. Banyak peranyaan menggelitik dan tentunya tak hentinya orang mempermasalahkan kata ‘profesinal’, mulai dari definisi, indikator, mekanisme, syarat dan ketentuan menjadi guru profesional, yang ujung2nya prasangka buruk…

Saya tidak mau lagi banyak berkomentar dan membahas soal guru profesional, yang juga bikin saya jengkel setengah mati. Mungkin karena sering di lapangan sehingga tahu guru semacam apa yang akhirnya dinyatakan profesional dan menerima tunjangan profesional. Jika pemerintah tahu atau Anda-Anda tahu mungkin juga masih bertanya: Begitukah guru profesional??

Memang tidak semua seperti itu. Guru yang benar-benar profesional dan mendapat gelar serta tunjangan juga ada, yang profesional tp tidak mendapat apresiasi juga ada, yang tidak profesional dapat tunjangan juga ada, yang tidak profesional dan memang tidak dapat tunjangan mungkin juga masih ada. Tapi prosentase terbesar mungkin ada pada guru belum profesional tapi sudah merasa profesional dan mengajukan diri mendapat gelar keprofesionalan dan mendapat tunjangan profesional itu. Menurut Anda??

Saat ini makin banyak universitas yang mmbuka program pendidikan, tentunya mnyiapkan mahasiswanya menjadi tenaga pendidik dati tingkat playgroup hingga universitas. Bisa dilihat hasilnya, memang lulusan tahun-tahun belakangan ini cukup kompeten untuk menjadi tenaga pengajar yang handal dan profesional (meski tidak semuanya). Tidak pantas memang kaau mereka dibandingkan dengan tenaga pengajar yang mulai di era 70an…apa yang dipelajari memang beda…hidup di era yang berbeda..tapi bukankah guru dan tenaga pendidik juga harus mengikuti perkembangan zaman?? Atau mereka berhenti saja tiap kali tidak mampu mengikuti perkembangan yang ada. Tapi lagi-lagi kan tidak seenaknya memberhentikan tenaga pendidik, guru, dosen yang ’dianggap’ tidak profesional, apalagi mereka pegawai negara. Padahal tak henti-hntinya juga ada proyek dan workshop guru profesional.

Pelatihan yang mendukung menjadi profesional cukup banyak dan masih banyak lagi kesempatan yang ada untuk menjadi profesional. Tapi nampaknya belum ada yang memberikan pelatihan mengenai pendidikan karakter tenaga pengajar. Bagaiman sikap guru terhadap kemajuan yang ada, bagaimana sikap guru terhadap kemajuan dirinya, cara bertindak, bersikap terhadap peserta didik, terhadap rekan seprofesi, teman sejawat, bagaimana mereka mampu mengelola dirinya menjadi sosok yang pantas dicontoh peserta didik dan akhirnya bisa memampukan peserta didik belajar dengan motivasi diri yang tinggi. Jadi tidak ada lagi ’keterpaksaan’ baik guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Mungkin semacam itu ya….Jadi bukan seberapa jam banyakanya mereka mengajar, bukan seberapa sering mereka ikut pelatihan, bukan seberapa lengkap dan rajin mereka mengumpulkan portafolio saja…Dan otomatis mereka jadi profesional! Begitukah?? Atau memang itu tidak perlu pelatihan khusus? Atau memang pendidikan karakter untuk guru itu tidak perlu?? Silakan berbagi pengalaman dna pendapat. Semoga bisa menjadi wacana untuk para guru termasuk diri saya. Go teachers!!!

2 thoughts on “MENJADI GURU PROFESIONAL MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER

  1. salah satu ciri profesionalisme seorang guru adalah dia kangen ma guru lain…yang sering diajak diskusi tapi skrg pergi entah kemana…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s