WHEN MOMS LEARN A SMALL BUSINESS

Kata bisnis sepertinya menggiurkan. Bisnis identik dengan uang, waktu yang fleksibel, gayapengusaha, kemewahan…hidup santai…dibalik semua kesulitan yang dihadapi dan stress setiap hari. Begitulah ketika kita yang awam, termasuk saya, memandang dunia bisnis. Kebanyakan orang beranggapan pengusaha adalah laki-lak dengan kata wirausahawan, entrepreneur, pebisnis, pengusaha, wiraswasta dan semacamnya. Padahal, tidak sedikit yang berasal dari kaum perempuan, yang konon mereka lebih detail sehingga tidak sedikit pengusaha wanita yang sukses.

Sekarang sudah mulai marak bisnis yang digeluti para wanta hebat, termasuk mereka yang berangkat dari rumah (ibu rumah tangga). Tidak perlu banyak modal, waktu yang fleksibel, bisa dikerjakan dari rumah sehingga bisa tetap mengurus keluarga, atau bahkan justru bisa menyalurkan hobi. Bisnis online shop sepertinya sedang menjamur, setelah semacam bisnis MLM yang sampai sekarang jg masih berkembang. Meski begitu, bisnis retail jg msh menjadi pilihan. Berangkat dari rumah, merajai dunia!!

Saya juga seorang ibu yang sedang belajar berbisnis. Tidak semudah membaikkan telapak tangan memang, tetapi saya punya keyakinan. Saya suka mengajar, saya suka dunia pendidikan, saya suka berbicara di depan umum, saya suka dunia anak-anak dan itu memacu saya untuk mulai keluar dari zona nyaman sebagai pekerja saja. Mulailah saya belajar, dengan modal uang yg sedikit saja atau bahkan tanpa mengeluarkan banyak uang. Membangun relasi yang baik dengan orang-orang yang sudah memilih bisnis dan mambangun bisnis sebelumnya, banyak membaca buku dna artikel mengenai bisnis yang sudah duluan sukses, mengikuti seminar dan sharing bisnis adalah beberapa yang saya coba lakukan sebelum memulai. Dari situ selalu ada jalan yang terbuka untuk kita memuali. Kunci dari segalanya memang MULAI dari sekarang juga, tekun dan ulet. Yakin bahwa ini akan berhasil, meski di awal seperti kehilangan napas.

Kenapa para ibu harus memulai bisnis? Menurut pandangan saya yang juga ibu bekerja, bahwa tidak selamanya para ibu bisa terus bekerja di kantor, mengingat harus mengurus keluarga, dan kebutuhan akan tenaga kerja wanita yang terbatas juga dengan kriteria tertentu. Di satu sisi, ibu yang biasa bekerja kaan cepat bosan ketika tiba-tba harus kembali ke rumah dan tidak ada aktivitas yang membuatnya berkembang. Mngkin akan tercukupi dengan penghasilan suami, tetapi tidak ada salahnya ketka seorang ibu juga membangun eksistensi tanpa melawan kodratnya untuk tetap menghasilkan dan berkarya walau tidak banyak. Menyalurkan hobi dan bermanfaat untuk orang lain sepertinya akan memacu semangat seorang ibu untuk tidak berpangku tangan saja. Toh, banyak bisnis yang bisa dilakukan tanpa menguras tenaga yang besar dan modal yang relatif kecil, waktu fleksibel dan ketika perlahan mulai tumbuh, hasilnya ternyata luar biasa. Tentunya semua hal dilakukan dengan melihat ketersediaan waktu, tenaga dan pikiran para ibu. Pastinya harus ada kompromi dalam keluarga, baik ke suami maupun anak sehingga konsekuensi nya bisa dipahami selurh anggota keluarga.

Lalu bisnis apa saja yang bisa dilakukan para ibu? Apasaja baik merintis sendiri maupun membeli bisnis franchise. Semisal kursus, resto atau warung makan, atau outlet makanan, laundry, online ticketing, online shop beberapa barang seperti baju, asesoris, produk kecanntikan. Tentunya semua ada plus minus nya… Lihat dulu mana yang sesuai dan yakin untuk dijalani. Mulai dari SEKARANG! Terus belajar dan yakin pasti SUKSES! Go Moms… !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s