SURAT CINTA UNTUK ANAKKU VI: SO SENSITIVE SIX

11 February 2012

Dear my Nobel,

“Happy Birthday to u…Happy Birthday dear Nobel…”

Nyanyian sederhana tadi pagi bangun tidur semoga membuatmu berkesan di hari jadimu yang ke-enam ini, Nak. Ya..semua hari ulang tahunu sangat special, meski tidak dirayakan dengan pesta mewah dan dengan mengundang banyak orang. Kami selalu berusaha mengenang hari lahirmu dengan momen special, salah satunya spt yang keenam ini, bangun pagi, tiup lilin, potong kue dan doa bersama di rumah di saat orang-orang masih asik terlelap di bawah selimutnya.

Anakku, kelak kalau kamu besar dan bisa membaca surat Bunda ini, kamu akan tahu betapa ayah dan bunda sangat menyayangimu, hingga tak secuilpun niat kami mengecewakanmu. Memang tidak banyak yang kami lakukan, tidak mewah yang kami berikan tapi cina dan kasih sayang kami sungguh sempuna padamu!

Tidak ada kado mahal yang bisa kami berikan, Nak. Semoga kebersamaan kita terutama perjalanan wisata bersama kemaren sudah cukup membuktikan ahwa kamu tidka perlu ‘membeli’ waktu kami yang sok sibuk ini untuk terus berusaha ada di sampingmu. O ya, kamu ada tiga permintaan di tiup lilin kali ini: potong rambut di Kidddy Cuts salon langganan, main Animal Kaiser dan beli sepeda baru warna hijau muda biru muda. Hohoho…dan kita pun akhirnya jalan seharian memenuhi permintaanmu, kecuali beli sepeda yang harus kita tunda sampai minggu depan karena waktu yang sdh ga cukup.

Nobel sayang, melepaskan usia lima tahun dan sekarang kamu sudah kami anggap anak besar. Sebentar lagi kamu akan masuk sekolah dasar, tempat kamu benar-benar sekolah. Kamu pasti ingat kamu selalu minta sekolah yang pulangnya sore, bisa makan dan tidur di sekolah. Dan kita sudah ‘hunting’ sekolah sesuai keinginanmu. Semoga nanti kamu betah dan nyaman belajar ya Nak… Mau tak mau, ayah dan bunda harus mulai tega melepasmu dari usia balita. Itu berarti kamu harus mandiri. Apalagi di tengah perjalananmu ke tujuh tahun di sekolah baru nanti, kamu akan menemukan dunia yang sangat berbeda dari masa TK mu.  Bunda yakin kamu mampu, Nak, meski kami merasa bekal yang kami berikan bem cukup, kita masih punya waktu untuk membantumu bertumbuh menjadi pribad yang hebat dan mandiri.

Anakku, perjalanan usiamu menuju enam sungguh juga tidak mudah. Lagi-lagi melewati masa pindah rumah dan pastinya lingkungan baru, pindah sekolah TK B di TK Milenia, pindah tempat mengaji, semuanya! Alhamdulillah kamu sangat kooperatif, tidak ada masalah berarti selama masa adaptasi dan proses belajar dan bermain. Hanya saja kamu cenderung sensitif! Ya, kamu mudah emosi, marah, tidak sabar, cepat sekali mengekspresikan kecewamu. Kamu tidak suka kalau kamu kalah, ketinggalan, menunggu lama, tidak sesuai keinginan. Sedkit saja kami bcara agak keras, kamu menangis mengira kami marah, kami beum memenuhi maumu kamu jg sdh bersedih dan menangis, kamu mudah sekali kecewa. Sangat sensitif dan perasa! Itu PR yang kami harus selesaikan sebelum kamu masuk SD, agar kamu bisa kuat dan tangguh berteman dan bersaing sehat dengan teman sekolahmu kelak.

Lebih dari sekedar sensitif, kamu mulai sangat kritis, segala hal dtanyakan. Kamu juga makin dewasa, daya logika dan kemampuan bicara mu teratur. Kemampuan kognitifmu juga berkembang baik. Setiap hari buda Mami mengajakmu baca koran biar kamu cepat baca. Kamu sangat suka dan cepat belajar matematika dan kamu paling benci menulis, apalagi menulis huruf bersabung… Kamu sanga suka hal yang berbau IT dan teknik. Aak seusiamu sudha fasih menggunakan fitur-fitur di iPad, laptop, smartphone dll. Kamu juga sudha mampu mengutarakan keinginamu secara konsisten: kamu ingin jadi peain bola! dan akhirnya kamu daftar sekolah bola.

Anakku, bukan materi yang kami khawatirkan untukmu, tapi bekal spiritual dan moral yang harus terus kami berikan yang terbaik. Kamulah cahaya hati kami yang menggiring kami untk belajar bersabar, tabah, memaaafkan, ikhlas dan berkasih sayang. Kamulah penggerak kami untuk terus berkarya memberikan yang terbaik untukmu. Kamulah alasan kenapa kami harus terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik. Kamulah segala hal yang kami lakukan sekarang. Hidup memang tidak mudah anakku, semua berproses. Dan kita harus siap melewati masalah apapun. Kamu pun akan melewati segala rintangan, tantangan, masalah di hadapanmu bertubi-tubi, tapi yakinlah Nak, Allaah swt bersama kita. Kalau suatu saat kamu menghadapi masalah seberat apapun, yakinlah selalu ada jalan keluar selama engkau yakin pada Allaah, Nak. Maka semua tidak lagi menjadi masalah daam hidup ini kecuali kamu lupa sama Allaah swt.

Sayangku, maafkan kami tidak lagi merayakan ulang tahunmu kali ini dengan meriah. Maafkan kami telah mengorbankanmu untuk segala aktivitas dan probemtika kami yang seharusnya tidak berimbas kepadamu. Maafkan kami yang telah merampas hak-hak mu untuk punya banyak waktu dengan kami, mendampingimu setiap waktu. Maafkan kami yang terlalu egois. Kami berjanji untuk terus berusaha bersamamu setiap waktu, memberi yang terbaik padamu. membekalimu dengan hal yang bermanfaat sehingga kamu menjadi anak sehat, kuat, sabar, mandiri dan sholeh.

Anakku, teruslah bertumbuh menjadi anak yang sholeh, anak yang mandiri, pribadi yang kuat sabar dan hebat. Nikmatlah perjalanan hidup masa kanak-kanakmu dengan mengenalNya lebih dekat, bersahabat dengan lingkungan dan berakrab dengan keluarga. Kami akan selalu ada untukmu.

Nobel sayang, selamat ulang tahun keenam. Semoga jadi anak sholeh, sehat, sabar, kuat dan mandiri, selalu dalam naungan Allaah swt. Kelak jadilah anak yang bermanfaat untuk sesama. Wish u all d best, dear. Happy Birthday!

with love,

AyahBunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s