SURAT CINTA UNTUK ANAKKU VII: SEIZE FOR THE SEVENTH….

Dear my little prince,

Wishing you a blessed birthday, dear. Semoga selalu sehat, jd anak sholeh dan makin cerdas. Amin.

Hari ini tujuh tahun lalu, bunda dan ayah bersukacita menyambut hadirmu. Menikmati masa pertumbuhan dan perkembanganmu hingga kamu masuk usia sekolah. Di usia inilah benar-benar merasakan peran orang tua. Apalagi masa-masa hampir masuk SD, eyang kakung dua-duanya meninggal dunia (ayah dari bunda dan ayah dari ayah). Buat bunda, ini pukulan luar biasa, serasa tak sanggup menjalankan peran ini. Tapi bekal didikan eyang kakung dari bunda lah, kita sampai pada tahapan ini. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha yang terbaik untukmu, Nak.

Masih terbayang bagaimana kami sangat antusias menyambut usiamu masuk sekolah dasar. Nobel membuat kami bangga dengan meraih siswa berprestasi di TK. Itulah saat dimana kamu tidak lagi mampu membendung rasa ingin tahu bagaiamana jadi anak SD. Keliling beberapa sekolah dasar untuk tahu mana yang kamu suka. Yang sekolahnya besar dan luas dengan fasilitas lengkap, yang agamis, yang banyak mainan, yang gedungnya tinggi, semua kamu lihat, bahkan kami harus tanya jam berapa pulang sekolah, memastikan Nobel bisa pulang sore. Ya..kamu memang ‘pecinta’ fullday school. Bunda selalu ingat komentarmu waktu TK yg berakhir jam 10. “Sekolah apa ini, baru asik main sudah pulang”. Hahaha… anakku suka sekolah ternyata…. Semua brosur pun dikumpulkan. dilihat2 program dan tentunya yg kami lihat adalah biaya :p. Akhirnya NObel memilih untuk ikut tes masuk di salah satu sekolah yang lumayan jauh dari rumah, 15 km. Berharap diterima karena hanya itu satu-satunya sekolah yang full day di kota ini. Alhamdulillah, saat tes, Nobel keluar pertama, komentarnya,“Cepil banget.” (Cepil=mudah, bahasa gaul Nob saat itu). Tinggal menunggu pengumuman dan lolos seleksi! Saatnya orang tua yang dipanggil untuk interview, kesanggupan biaya maksudnya. :p Tapi anakku, berapapun akan kami sanggupi untuk bahagiamu. InsyaAllaah…

Tepat 6 tahun 5 bulan, Nobel memasuki hari-hari pertama masuk menjadi siswa SD. Bagaimana tidak bangga, anakku sudah memakai baju seragam SD, dengan riang gembira bangun pagi, berangkat jam 5 pagi untuk bisa hadir sebelum jam 7 berbunyi. Perjuangan yang luar biasa, nak. Bagaimana kamu bangun tepat adzan subuh, langsung mandi, ganti baju, kadang sarapan di mobil. Dan itu kamu lewati dengan riang gembira. Kami orang tua justru panik, dengan mata pelajaran dan buku seabrek, pelajaran agama yang banyak sekali dan relatif baru bagi kami. Hingga kami khawatir Nobel akan jenuh, bosan, dan minta pindah sekolah. Belum seminggu setelah sekolah langsung masuk bulan puasa, bisa dibayangkan Nobel pun puasa penuh sehari…Subhanallah…sebulan Ramadhan Nobel puasa, buka lagi latihan… Hebat nak!

Makin hari kekhawatiran pun berangsur hilang dan memutuskan pindah rumah dekat sekolah. Rasanya tak tega melihatmu ‘nglajo’ tiap hari. Berharap semangatmu tak surut walau pelajaran baru dan hafalan Quran yang cukup banyak. Ya..Arabic, Tahsin, Tahfidz, Fiqih, Akidah Akhlak, Quran Hadist, English, Math, Science, Civic Edu, PE, IT, scout, etc. Subhanallah nak, kamu menikmati sekali walau pulang hampir Ashar. Awal yang saat itu sempet up and down pun bisa teratasi. Apalagi saat kamu menemukan teman yang cocok, Zidan. Dan bertambah terus setiap hari senang mendengar kisahmu di sekolah.

Bulan berganti dan kamu terus menikmati harimu. Kamu mulai senang olahraga, senang bahasa Arab, senang hafalan Al Quran. Nobel yang sensitif pun makin berani, ya meski masih malu2 sedikit, rupanya ikut les Karate di INKAI cukup membuatmu percaya diri. Nobel yang tak suka bercerita pun makin suka membaca. Bunda harus bacakan bed time story setiap malam menjelang tidur. Nobel suka pelajaran Math dan Science (sebentar lagi ikutan Olimpiade Science ). Nobel mulai doyan makan, jadi tetap berlanjut ikut catering sekolah. Nobel mulai berani pulang sekolah sendiri meski banjir menghadang. Dan yang paling membuat kami bangga adalah Nobel rajin ke masjid. Setiap ashar, magrib, isya, Nobel selalu sholat di masjid. Juga tidak pernah absen sholat 5 waktu dan sholat Dhuha. Bahkan saat libur dan bepergian, Nobel mulai ribut kalau menjelang adzan masih di jalan. Nobel juga mulai banyak berubah dari sikap, selalu mengingatkan untuk tidka boleh pamer, tidak boleh sombong, tidak boleh bohong, bahkan Bunda sering ditegur kalo sholat nya telat, belom sholat atau sholat kecepetan. heheheheh… Subhanallah…sekarang kami bersyukur atas pilihanmu Nak, bahwa pendidikan yang utama adalah agama, yang jadi bekal hidupku kelak. Bahkan sampai akhir masa, amalan yang tak akan putus adalah doa anak sholeh untuk orang tuanya. Semoga Nobel dan doa2nya untuk kami bisa menjadi penolong kami di akherat kelak. Amin.

Nak, mungkin peringatan ulang tahun kali ini tidak seperti biasanya, tidak ada kue yang besar, tidak ada acara makan-makan bersama keluarga besar, tak ada balon, tak ada pesta, tidak ada kado yang banyak  tapi insyaAllaah ulang tahunmu saat ini lebih bermakna mendalam. Doa-doa dari kami pun tak henti agar kamu menjadi anak yang sholeh, cerdas, sehat. Kalau kami sudah kesulitan menghafal Al Quran, kini saatnya kami tak akan menyiakan kesempatan untukmu, Nak. Anakku sayang, maafkan kami yang masih harus terus belajar menjadi orang tua untukmu. Doakan kami selalu bisa menjadi orang tua terbaik yang memampukan kamu menjadi dirimu sendiri nak. Semoga kami mampu mengemban amanah dan kelak kamu akan bangga memiliki orang tua seperti kami.

Anakku sayang, 7 tahun bukan waktu yang singkat. Berbagai peristiwa hidup kita lalui, dan itulah hidup. Let’s live our life from now on… sampai di ulang tahun-ulang tahun berikutnya…Bunda akan terus ada untukmu, jangan pernah khawatir apapun, kami selalu ada untukmu. Hadapi yang di depan. Jadilah bertumbuh menjadi ksatria kebanggaan kami, menjadi pemimpin masa depan yang sholeh, menjadi pribadi yang tangguh dan kuat.

My dearest son, to be a great man is not about being the first rank in class, not about having many expensive stuffs, not because you pay the highest school tuition, not because you give something to your teacher, but be yourself… have a wonderful birthday, dear. Seize the seventh…and day by day … till you turn to the next birthdays. Bunda and ayah and all big family will always love you. Happy birthday!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s