MARKET DAY: MENANAMKAN ENTREPRENEURSHIP DI SEKOLAH

Hari ini, Rabu, 12 Juni 2013 saya menyempatkan diri ke sekolah anak saya, Nobel, kelas 1 sekolah dasar. Malam sebelumnya, Nobel menyampaikan kalau akan ada Market Day di sekolah. Acara tersebut sebagai rangkaian festival akhir tahun berupa class meeting dan berbagai kegiatan kreativitas siswa. Nobel sangat antusias. Setelah hari sebelumnya ikut kompetisi science experiment antar kelas, hari ini dia ingin ikut berjualan di Market Day. Acara diadakan setelah jalan sehat bersama para guru. Kaget, senang, penasaran dan bangga campur aduk  jadi satu.

Saya menanyakan kepada orang tua murid yang lain via message dan katanya benar ada Market Day, setiap anak boleh berjualan, bebas, bahkan yang mau jadi pembeli saja juga boleh. Setelah saya tanyakan keseriusan Nobel ikut berjualan, saya berpikir ini pilihan anak saya. Saya baru memahami kenapa sekolah tidak mewajibkan setiap anak berjualan. Anak-anak punya pilihan!

“Nobel mau jualan apa?”,tanya saya masih sambil terheran-heran dangan pilihan anak saya yang relatif pemalu. “Apa ya..? Bunda mau bikinin aku apa?” Naahh loooo…jadi saya yang gantian mikir, padahal tadinya saya mau membeli sesuatu untuk dijual lagi. Ternyata konsep berjualan anak saya adalah menjual hasil buatan saya. Oke. Saya pun mulai berpikir, apalagi sudah malam dan kerepotan membeli bahan. Menuju dapur dan saya pun punya ide: membuat pudding! Nobel pun setuju. Apalagi setelah jalan sehat, semua pasti lemes dan kehausan katanya. Wah, sepertinya ini ide cemerlang!

Pagi hari sebelum berangkat sekolah, Nobel turut serta menyusun pudding yang jadi sekitar 20 cups. Dia sibuk menutup, memasang sendok dengan selotip. Dia juga mulai berpikir mau dibawa pakai apa dagangan itu nanti,  cara memegang sambil menerima uang, mau dikasih harga berapa, menawarkannya harus ngomong apa, bahkan dompet tempat uang hasil penjualan pun dia pikirkan. Saya cukup memahami anak saya, sehingga saya siapkan mentalnya dengan membawanya ke beberapa kemungkinan di sekolah.  Saya berikan ilustrasi kalau teman-temannya tidak jualan, kalau teman-temannya ada yang mentertawakan, kalau dagangan tidak cepat habis, dan segala macam kemungkinan buruk menjadi penjual. Tak lupa tentu bayangan manis kalau semua sesuai rencana dan harapan: dapat uang banyak buat infaq dan beli buku Coboy Junior, artis kesukaannya saat ini.

Tepat jam 7 pagi si anak siap, dagangan sudah masuk box, siap berangkat. Eh, Nobel masih malu juga, box dimasukkan dulu ke dalam tasnya. Duh! Bisa-bisa rusak ini tumpukan cups nya.

Sekitar jam 9 pagi saya ke sekolah. Anak-anak sudah selesai jalan sehat, para orang tua sudah mulai berdatangan juga. Saya melihat panggung kecil di tengah lapangan, rupanya digunakan selama kegiatan tiga hari ini. Di kanan kiri panggung banyak anak bersliweran, jualan! Langsung mata saya menangkap sosok kecil membawa box berisi pudding. Subhanallaah itu Nobel. Dia beneran berani jualan! Menunggu ibu kepala sekolah yang mau membeli katanya riang.

Berkeliling kesana-kemari, belum sempet bicara calon pembeli sudah bertanya. It helps. Tinggal beberapa biji, Nobel sudah kecapekan katanya. Jalan sehatnya jauh, kelelahan. Apalagi melihat teman-temannya mulai asyik bermain. Ya sudahlah, alhasil sisa pudding dibagikan gratis buat beberapa temennya yang sudah membantu dan ikut berkeliling. Menghitung hasil berjualan hari ini, uang di kantong plastik dihitung pelan-pelan….dapat Rp.17.000,00. Alhamdulillaah.

You did a good job, dear. Bukan berapa banyak uang yang didapat tetapi ide dan keberanian untuk mencoba hal baru, belajar dari berjualan di Market Day: belajar entrepreneurship di sekolah sejak dini. Proud of you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s