TIPS MENGAJARKAN PUASA PADA ANAK

Tak terasa sudah lewat hari ke tujuh belas bulan Ramadhan ini. Ada yang berbeda dari puasa-puasa Ramadhan sebelumnya. Ramadhan tahun ini Nobel mulai puasa full sejak hari pertama dan alhamdulillaah sampai hampir hari kedua puluh ini belum bolong sekalipun. Insyaallah menuntaskan puasa Ramadhan sampai hari terakhir.

Bukan hal mudah bagi saya mengajari anak berpuasa. Sewaktu masih di play group, Nobel berlatih berpuasa dengan sepertiga hari dan setengah hari. Sepertiga dengan minum dan ngemil di jam 11.00 dan 15.00, sementara setengah hari berbuka dulu di jam 12.00 lalu berlanjut puasa sampai magrib. Latihan tahap ini dilakukan sampai usia TK. Akhir TK B dan masuk SD, Nobel mulai punya tahap yang berbeda.

Di awal-awal usia sekolah dasar, Nobel mulai berpuasa sehari  meski belum setiap hari. Mungkin masih 50% dari  wajib puasa sebulan. Tapi lumayan lah. Awalnya sulit juga, setiap menjelang siang, dia sudah mondar-mandir di depan kulkas. Ya…kadang masih tahan, kadang setengah hari saja. Menyarankannya tidur siang dan bermain di dalam rumah saja ternyata cukup ampuh. Selain dia punya waktu istirahat tidur siang, meski sebentar, dia jadi tidak bermain terlalu jauh ke taman perumahan, yang kadang-kadang ikut-ikutan teman main ke lokasi bermain yang lebih jauh. Selain itu, diusahakan tidak terlalu sering diajak pergi keluar rumah sebelum mendekati buka puasa. Kadang tergoda oleh toko ice cream, tukang es buah dll yang mulai berdagang lebih siang. Hmmm…

Kini, saat Nobel sudah naik kelas 2 SD. Begitu mendekati bulan puasa, saya sudah mulai mengkondisikan untuk menyambut bulan Ramadhan. Saya mulai banyak mengobrol mengenai Ramadhan, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Saya berharap anak sudah mengerti, apalagi dia bersekolah di SD Islam yang cukup membantu pemahamannya mengenai agama mulai dari akhlak, aqidah, fiqih, Qur’an Hadist, bahkan bahasa Arab. Guru dan teman-temannya menjadi salah satu motivasi anak mulai berpuasa.

Puasa hari pertama tahun ini tidak semulus yang dibayangkan. Meski sudah sahur, Nobel kehabisan energi menjelang Ashar. Saya melihatnya masih bisa bertahan meski badan lemas dan muka nampak pucat. Ketika saya tanya apakah mau berbuka lebih dulu, dia jawab tidak. Menjelang jam 5 sore Nobel mulai terdiam di atas tempat tidur menjelang mandi sore. Kali ini mukanya seperti mau menangis. Lalu saya kembali tanya kenapa, Nobel menjawab “Aku kelaparan, bunda…” Dan sambil duduk di sampingnya saya tanyakan ulang apakah mau menyerah dan berbuka lebih awal, dia kembali menggeleng. Saya pun mulai bercerita kembali mengenai anak-anak yang tidak mampu, makan tidak setiap hari karena tidak punya. Mengingatkan kembali apa yang kita peroleh saat lolos melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan. Nobel pun mengangguk-angguk seolah paham. Lalu mandi dan lolos berbuka puasa di hari pertama.

Berbuka puasa hari pertama, Nobel belum bisa dikontrol. Begitu adzan magrib, langsung dia ambil dan minum air putih dingin, makan martabak, minum susu kotak dan semua yang dia suka, lalu minta mie goreng, saya pun sudah siapkan. Memang saya diamkan dan amati dulu, saya tidak mau banyak melarang, harus menunggu saat yang tepat. Saat mulai mengunyah mie permintaannya , langsung dia muntah-muntah. Kekenyangan rupanya. Barulah saya menyampaikan bagaimana berbuka, bagaimana perut kita dan konsep ilmiah ala IPA kesukaannya.😀 Barikutnya Nobel paham bagaimana harus berbuka puasa, makan bertahap.

Hari-hari berikutnya Alhamdulillah semua lancar, tidak ada keluahan, tidak ada muka pucat, tidak sekalipun lemas, masih aktif bersekolah, bermain dengan teman-temannya bahkan sering tidak tidur siang. Seperti sudah otomatis, tidak perlu buku kegiatan bulan ramadhan seperti jaman saya sekolah dulu. :p  Selain berpuasa full, Nobel juga tidak pernah absen sholat 5 waktu, sholat dhuha seperti hari-hari lain non Ramadhan dan sholat tarawih tak ketinggalan selalu berjamaah di masjid. Satu kali saja dari kesemua itu terlewat, pasti saya yang kena marah anak sendiri. Hehehe.

Tentu tidak semua orang tua mengalami hal seperti saya. Ada yang jauh lebih mudah mengajarkan anak berpuasa, atau ada pula yang kesulitan sekali. Berikut beberapa tips mengajari anak berpuasa dan beribadah di bulan ramadhan menurut pengalaman saya:

  • Berikan pengertian mengenai puasa, alasan, manfaat, pahala, nikmat berpuasa, dan sebagainya tentu dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Bisa juga menggunakan analogi sederhana sesuai usia anak.
  • Mulai atur jadwal si anak: bangun sahur, sekolah, tidur, bermain, berbuka, jadwal ibadah lain seperti sholat dan tadarus.
  • Berikan contoh, bukan menyuruh saja. Anak lebih mudah mengikuti apa yang kita lakukan daripada ocehan kita.
  • Disiplin dan konsisten. Kadang orang tua merasa kasihan sehingga anak disuruh berbuka pd jam tertentu atau setengah hari. Bangunkan sahur meski anak kadang akan mengatakan masih mengantuk.
  • Berikan reward. Anak-anak tentu punya impian dan keinginan akan sesuatu misal mainan, piknik, dll. Hal tersebut bisa dijadikan reward bila anak tuntas menyelesaikan puasa sebulan full. Hati-hati dengan reward ini, jangan berlebihan, salah-salah justru membuat anak materialistis, konsumtif dan terus terpaksa berulang-ulang nantinya.
  • Sediakan menu sehat dan ajarkan anak tidak makan berlebihan saat sahur dan buka puasa. Jika mungkin sediakan makanan kesukaan dengan tetap menjaga kandungan gizi. Tidak ketinggalan susu dan vitamin di sahur dan buka atau menjelang tidur malam. Kontrol makan anak terutama saat berbuka puasa.
  • Isilah hari-hari di bulan Ramadhan dengan berbagai hal yang berbau reiligi, misal musik di mobil, di rumah, kegiatan sosial, tadarus, bepakaian, berbicara, dan lainnya. Anak akan paham dengan mengendalikan marah dan terus berbuat baik.
  • Hindari mengajaknya banyak jalan-jalan ke tempat-tempat yang menjual makanan, atau tempat yang jauh. Ini membuat anak letih, selain juga godaan makanan yang tersedia.

Gampang-gampang susah memang. Tapi konsisten, disiplin, dan contoh merupakan kunci kesuksesan mengajarkan anak berpuasa dan beribadah Ramadhan. Semoga bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa di sisa hari bulan Ramadhan 1434 H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s