EDUTRIP TO RAGUNAN 2013

Nob dan teman-teman di Ragunan

Nob dan teman-teman di depan kandang banteng, Ragunan

Sabtu, 26 Oktober 2013 lalu kami mengunjungi taman margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan. Awalnya saya mengajak anak saya, Nobel (7 thn) untuk melihat-lihat aneka binatang di kebun binatang agar lebih paham mengenai hewan-hewan yang sedang ia pelajari di sekolah. Ternyata anak saya menyampaikan ke beberapa teman sekelasnya dan akhirnya ada empat anak yang turut bersama kami. Sebetulnya masih banyak anak-anak sekelasnya yang ingin ikut, tetapi karena beberapa orang tua baru tahu pagi hari sebelum berangkat, mereka belum siap melepas anaknya ikut bersama kami. Akhirnya lima anak saja yang berangkat. 

Pagi sekitar jam 8 kami para orang tua mengambil hasil evaluasi belajar tengah semester. Anak-anak (Nobel, tama, Zidan, Akbar dan Akif) sudah tak sabar menunggu kami untuk segera berangkat ke Ragunan. Kami memilih Ragunan karena jaraknya paling dekat dengan tempat tinggal kami. Kebetulan kami belum pernah mengunjungi Ragunan. Justru kami sudah mengunjungi Taman Safari Bogor, Taman Safari Bali, Kebun Binatang Gembira Loka. Tepat jam 9 kami sudah siap di mobil. Tidak semua orang tua ikut perjalanan kami. Hanya orang tua Akbar dan si mbak pengasuhnya Tama yang ikut. Anak-anak sudah siap dengan bekal masing-masing. Selain makanan, baju ganti, saya juga meminta anak-anak membawa alat tulis. Wah, tak diduga dan tak ada janjian sebelumnya, anak-anak memakai kostum berwarna merah! Lalu, untuk apa alat tulis itu?

Sehari sebelum berangkat, saya kirimkan pesan kepada orang tua masing-masing anak untuk membawakan alat tulis. Kalau biasanya anak-anak tersebut berlibur tanpa tugas, kali ini saya memberikan lembar penugasan selama anak-anak melihat-lihat di taman margasatwa Ragunan. Saya sudah menyiapkan lembar kerja berisi hasil pengamatan pada hewan-hewan di kebun binatang tersebut. Lembar kerja berisi nama binatang, bagian tubuh, habitat, makanan, dan ciri-ciri lain yang dimiliki hewan tersebut. Lembar itu saya bagikan sebelum anak-anak turun dari mobil.

Sekitar 30 menit kemudian kami pun sampai di area parkir Ragunan. Anak-anak sudah tidak sabar jalan-jalan. Mereka turun dengan membawa lembar tugas dan pensil/pulpen lalu berlarian menuju pintu masuk. Tiket masuk cukup murah, Rp.5000 per orang. satu persatu anak-anak pun melihat dan menuliskan hasil pengamatan mereka. Anak-anak menulis beralaskan tembok, trotoar, papan dan apapun yang mereka bisa gunakan untuk alas menulis. Sesekali mereka bertanya kepada kami. Maklum saja tidak semua koleksi hewan dilengkapi papan keterangan mengenai hewan tersebut. Beberapa papan keterangan juga sudah usang, tak terbaca. satu persatu anak-anak mulai menikmati segala koleksi hewan mulai dari yang besar, segala jenis hewan. Sayangnya perjalanan kami sedikit terganggu dengan banyaknya renovasi kandang hewan, sehingga kami harus mencari-cari penghuni kandang yang dipindahkan tersebut.

Kiri kanan naik turun anak-anak tak terlihat capek. Namun melihat sudah hampir penuh semua yang tertulis di lembar kerja, kami mengajak anak-anak istirahat di area yang aman dan nyaman. Kami menggelar tikar, menikmati makan minum dan anak-anak melengkapi lembar kerja lalu mereka mengumpulkan kepada saya. Wah senangnya, ternyata anak-anak cukup antusias belajar langsung bukan sekedar melihat gambar. Anak-anak juga banyak menemukan hal baru yang selama ini tidak mereka temukan di buku pelajaran.

Setelah istirahat dan lembar tugas selesai, kami pun melanjutkan perjalanan melihat-lihat hewan lain. Meskipun tidak lagi dicatat di lembar kerja, anak-anak masih bertanya dan membaca papan keterangan, juga mengamati dengan detail. Kami juga melihat berbagai jenis hewan air, berbagai jenis burung dan baby zoo area. Untuk masuk ke area ini pengunjung haris membayar Rp. 2500/orang. Anak-anak penasaran karena ada ikan raksasa. Benar saja, ada ikan Alapamia Zigas yang benar-benar besar. Bahkan saat anak-anak melihat dari dekat, si ikan mengibaskan ekornya dan air kolampun mengenai anak-anak hingga baju mereka basah. Hohoho pengalaman tak terlupakan. Kaget takut dan akhirnya tertawa. Sayang sekali di area ini koleksi hewannya sedikit saja, juga masih banyak renovasi di lokasi ini.

Usai berkeliling, kami naik kereta menuju lokasi parkir mobil kami. Saya pun membeli tiket kereta kelinci yang berkeliling di loket, kalau tidak salah sekitar Rp. 7.500/orang. Namun ternyata untuk bisa naik kereta keliling ini kami harus berebut. Ini yang paling saya tidak suka. Tidak ada antrian rapi. Begitu ada kereta datang, semua pengunjung yang membeli tiket langsung menyerbu kereta, berdesak-desakan dan melompat, menarik, teriak, benar-benar tidak nyaman. Bisa dibayangkan bagaimana jika calon penumpangnya anak-anak. Kami pun harus menunggu kereta datang sekitar 30 menit. Ada satu kereta datang dan semua sudah berebut asal serobot, mau tidak mau kami pun pelan-pelan bisa naik setelah semua penumpang aman dan beberapa yang lain menyerah. Kami akhirnya naik juga karena anak-anak sudah tak sabar. Bedanya kami tidak ikut serabutan. Kami naik pelan-pelan di bangku yang tidak diserbu calon penumpang kereta. Meskipun duduk berdesakan karena tinggal 2 deret kursi tersisa, kami pun menikmati berkeliling Ragunan dengan kereta kelinci. Huft.

Kami di gerbong paling depan dan sudah memesan kepada masinis untuk turun di area parkir mobil kami, tidak ikut kembali ke tempat berhenti kereta. Akhirnya kami pun keluar dari area koleksi hewan-hewan Ragunan. Kami lalu sholat dhuhur dan kembali ke mobil. Anak-anak juga masih sempat berganti baju yang basah oleh kibasan ikan. Semua sudah siap tak ada yang tertinggal, kami pun kembali pulang. Sepanjang perjalanan, tak hentinya anak-anak bercerta tentang hewan, dan nampaknya terkena air kibasan ikan menjadi hal yang paling mereka sukai. Sambil ngemil, anak-anak terus bercerita. Saya pun mengoreksi tugas yang saya berikan dan menempelkan beberapa stiker untuk reward mereka. Lalu saya kembalikan kepada anak-anak untuk disampaikan kepada irang tua masing-masing dan untuk belajar lagi nanti. Jam 3 sore kami pun sudah sampai di rumah masing-masing. Bahkan sebelum berpisah, anak-anak membuat janji untuk pergi bersama lagi nanti.

Perjalanan ini bagi saya pribadi sungguh luar biasa. Menyaksikan anak-anak antusias bermain, berlibur, jalan-jalan sambil belajar, mendengarkan cerita anak-anak, saya kembali menyimpulkan betapa senangnya anak-anak bepergian dengan teman-temannya, betapa anak-anak akan lebih mudah dan senang belajar dengan kontekstual langsung pada objek dan tujuan, bukan sekedar teori dan membayangkan saja. Alhamdulillah, saya bersyukur dan senang telah mengajak mereka dan memberikan pengalaman dan kesan baru dalam kehidupan anak-anak tersebut.

Semoga pihak manajemen taman margasatwa Ragunan segera berbenah untuk menampilkan kebun binatang yang bersih, lengkap, teratur sehingga nyaman untuk para pengunjung. Tentunya selain untuk berlibur, bisa digunakan untuk tempat belajar anak-anak seperti yang kami lalukan dalam EduTrip kali ini.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s