SURAT CINTA UNTUK ANAKKU VIII: EIGHT TO BE GREAT

Bogor, 12 Februari 2014

Dear my cutest smartest special son,

Mas Nobel, begitulah cara Bunda memanggilmu sejak sekitar usiamu 7,5 tahun. Kami merasa kamu sudah cukup besar dan layak dipanggil ‘Mas’ untuk sebutan keluarga kita yang ‘nJawani’, bukan ‘Kak’ seperti semua orang menyebut akhir-akhir ini. Terdengar lebih familiar saja di telinga

Anakku, how time flies… udah 8 tahun tak terasa cepat sekali waktu berjalan. Kamu sudah kelas 2 SD. Sudah makin banyak perkembangan. Alhamdulillaah semua progress membaik, kecuali satu: kamu susah makan, susah gemuk segar, jd msh saja terlihat kurus dan cepat letih.ūüė¶ Entah bagaimana lagi supaya kamu agak gemukan. Semua vitamin, suplemen, makanan kesukaan dll sudah dicoba. Bahkan kamu ikut les berenang supaya badan segar dan banyak makan. Ternyata tidak juga mengubah porsi makanmu. Hiks. Kamu tau mas Nob, Robi, teman bermainmu yang tinggak di depan rumah selalu makan setiap jam tak ada kenyangnya, sampai-sampai mama papa Robi kesulitan menghentikan dia makan, khawatir obesitas atau kegemukan. Great effort so far…

Ada progress yang Bunda suka saat usiamu 7 menuju 8 tahun ini. Kamu mulai pintar mengatur keuangan. Bunda cukup ‘surprise’ saat business day kamu tiba-tiba memilih untuk jualan. Meski harus sedikit repot karena malam-malam harus membuat pudding coklat dan strawberry untuk kamu jual di sekolah esok harinya. Esok harinya mas Nobel jual pudding dengan variasi harga per cup Rp. 2000, lama-lama Rp. 1000 dan akhirnya dibagikan cuma-cuma ke temennya. hehehe, latihan yang luar biasa. Kalau dihitung-hitung memang belum menutup modal, tapi hasil penjualan bisa dipakai untuk beli buku. Pilihan sempurna, nak. Bunda ingat di weekend berikutnya kamu minta nonton konser Coboy Junior dan beli official book nya. Great¬†choice.¬†

Coboy Junior juga cukup happening dan kamu salah satu fans beratnya. Mas Nobel nge fans banget sama Iqbal. Bagusnya, kamu pengen seperti Iqbal yang khatam Al Qur’an saat usia 8 tahun, pintar menyanyi, rajin belajar ¬†dan cukup alim. Jadi saat itu kamu mulai potong rambut ala Iqbal Coboy Junior dan rajin mengaji Al Quran. Kamu juga jadi suka menyanyi dan mendegarkan musik. Bahkan belajar PKN yang hafalan dengan lagunya Coboy Junior, lagu-lagu cinta nya ABG. Jadi mas Nobel agak suka dengan pelajaran yang pakai hafalan banyak spt PKN, IPS, dll. Great influence from the star.ūüôā

Di sekolah kamu juga ada progress yang baik. Masa ini kamu banyak protes dan banyak bertanya, critical thinking sih nak, tp kadang kami repot juga jawabnya.heheheh. Bunda suka saat kamu tanya macam-macam, semua yang menurutmu aneh atau kamu belum tau. Mas Nobel juga sering protes kalau nada bunda jawab agak tinggi. komentar seperti,”Gak gitu juga kali..” atau “Tapi bunda gak usah marah juga.” atau “Bunda sendirinya…”. hehehe. Bahkan mas Nobel selalu ingat rencan-rencana dan janji-janji. Kalau lulus¬†hafalan satu surat Al Quran selalu ada hadiah, sekedar mobil-mobilan¬†‘Hotwheel’ atau reward-reward untuk prestasi tertentu. Mas Nobel selalu panik ketika hasil tes di sekolah tidak dapat 100. Pasti hampir nangis kalau lembar hasil tes yang dibawah 90 kami lihat. Sebetulnya tidak masalah bagi kami dengan nilai yang tidak sempurna. Belajar tidak murni diukur dari hasil ulangan dan ujian, nak. Mas Nobel juga mulai adaptasi dengan wali kelas nya yang baru, bu Padmi. Naik kelas dua juga berpindah ruang kelas meski dengan teman yang sama. Lebih senang lagi karena mas Nobel lalu dipanggi kakak kelas oleh anak-anak kelas satu. Kamu juga mulai banyak ikut lomba science dan math. Kami harus bolos kerja buat antar mas Nobel ke lokasi lomba yang cukup jauh. Bukan masalah hasil, tapi proses berkompetisi jadi perhatian kami. O ya mas, kamu mulai excited dengan pelajaran matematika karena sudah masuk ke perkalian dan pembagian. hehehe bosan di penambahan dan pengurangan. Mas Nobel juga mulai berteman dengan lebih banyak orang, mulai bermain dengan teman-teman sekelas dengan saling berkunjung, mengaji bersama, janjian main ke mall dan beberapa tempat. Great moment with classmates.

Hal yang juga bunda sangat bangga adalah mas Nobel mampu mengatur uangnya sendiri. Setiap bulan dijatah¬†sejumlah uang untuk jajan, menabung dan berinfak. Mas Nobel bebas menentukan berapa jumlahnya untuk masing-masing dan harus cukup. Ternyata kamu sangat¬†pintar. Mending tidak jajan dan banyak menabung¬†dan infak tiap Jumat.¬†Jajan tiap hari Rabu aja pas olahraga.¬†Sampai-sampai¬†temen-temen sekelasnya berbagi makanan ke mas Nobel,¬†kasihan karena tidka jajan. Haduh. Senangnya adalah tiap akhir bulan masih juga tersisa uang untuk dimasukkan ke tabungan. Kadang-kadang sisa uang dibelikan buku atau mainan. Seneng juga mas Nobel suka membaca sekarang.¬†Tiap malam bunda masih saja harus bacain cerita ke¬†kamu lho mas…kalau ceritanya sedih, mulai deh mas Nobel minta stop dan pura-pura merem.¬†Kamu juga sudah berani tidur sendiri di kamar sendiri di lantai atas, jauh dari kamar bunda. Pernah suatu malam kebelet pipis dan menangis ketakutan. Atau waktu pagi-pagi gak berani keluar kamar karena malamnya mimpi ada hantu¬†mendekati tempat tidurnya. “Hihihihihi…” begitu katanya suaranya. U’re going to be brave, mas. Great¬†trial.

Horeee sepeda baru. Akhirnya punya sepeda baru yang lebih besar dan lumayan keren buat ikut lomba bersepeda atau fun bike ya mas. Malahan mas Nobel minta berangkat dan pulang sekolah naik sepeda sendiri. Maaf ya mas belum diijinkan, karena harus menyeberang jalan dan melewati pasar. Harus tetep sama mbak. Kalau main dan mengaji boleh lah ya. Tapi setelah melihat mas Nobel berhasil ikut fun bike yang lumayan jauh, after 8 years old lah ya ijin bawa sepeda ke sekolah bisa keluar. hehhehehhe.

Wah wah..udah banyak sekali kejadian sepanjang satu tahun ya mas Nobel. Gak terasa bunda punya anak yang hampir akil balig, udah kebayang sunat di libur nanti. Semakin seneng juga denger semua keinginan dan cita-cita mas Nobel. Semoga terus semangat ya.

Maafkan bunda kalau akhir-akhir ini pulang telat, gak bisa jemput sekolah lagi, jarang nemenin mas Nobel¬†ngerjain PR¬†atau belajar buat ulangan.¬†What we need is quality time. Enjoying our time together mas…watching movies, reding books,¬†having lunch or dinner together, hanging out to mall, having a picnic time and¬†palying games…all things with you, my boy…

Lets make our dream come true, dear… Whatever happen, we’ll always be together, and I’ll stand by you… I know u’ll be tough and strong enough to face all things in this life. Happy Birthday, my boy. Love you much….and more and more… be my¬†great boy.

It’s your great eight. Lets celebrate and say big thanks to God.¬†May Allaah swt¬†give us¬†His¬†blessing. Sehat, Soleh, cerdas ya nak. I love you.¬†

with love,

Bunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s