Movie Class: Pembelajaran Menyenangkan Melalui Pemutaran Film

Nonton Film. Pasti sudah tidak asing lagi bagi para pengajar. Kegiatan ini setidaknya dipilih para pengajar bahasa atau pengajar subject lainnya untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan secara lebih menyenangkan. Kenapa bisa menyenangkan? Bukankah banyak siswa yang tidak suka menonton film apalagi terlalu lama..? Ya, benar. Saya pernah mengalami sendiri, bagaimana siswa kurang antusias menonton film, tetapi itu bisa diatasi, tinggal bagaimana pengajar mendesign aktivitas yang tidak monoton. Salah besar jika pengajar berpikir bahwa menonton film adalah aktivitas paling gampang dan pengajar bisa istirahat sejenak bersantai. It’s more than just watching.

Mungkin tidak banyak subject yang menggunakan film sebagai media pembelajaran, kecuali kelas bahasa Inggris. Entah kenapa, padahal film juga dapat digunakan di kelas non bahasa, non bahasa Inggris tepatnya.

Penggunaan film untuk subject lain baik rumpun Science maupun Social tentu juga dapat dilakukan bahkan untuk beberapa materi pelatihan, yang penting, pengajar dapat memilih tema yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Movie sebagai salah satu media pembelajaran yang menyenangkan?

  1. Tetapkan Tujuan yang Jelas

Tentukan tujuan memutar film atau menonton film, apakah untuk fun saja, untuk memberikan experience menonton film, untuk memahami kejadian tertentu, untuk memahami komunikasi dalam film, untuk menganalisa bagian-bagian film, untuk membangkitkan motivasi, untuk menyampaikan pesan khusus, atau mengambil nilai-nilai dari movie, atau menceritakan kembali, melanjutkan cerita, analisa dan sebagainya. Pastikan bukan sekedar mengisi waktu kosong atau sekedar menonton karena capek mengajar.

Saya pernah mengadakan Movie Time untuk para siswa dengan mendesign kelas menjadi seperti bioskop, sehingga siswa harus mempunyai tiket masuk, boleh membawa camilan seperti di bioskop, dan dapat memilih film yang akan diputar. Ini saya lakukan di akhir tahun ajaran, dibantu beberapa siswa sebagai ‘panitia’. Sehingga tidak hanya konten film yang saya hadirkan, tetapi memberikan experience kepada siswa mengenai menonton film bersama-sama di ‘bioskop buatan’. Semacam role play memang, tetapi tetap saya berikan aktivitas di dalamnya.

  1. Rencanakan Waktu dan Tempat

Ini adalah hal penting untuk dipertimbangkan. Waktu untuk kelas biasanya 90 menit atau 100 menit saja atau maksimal 120 menit. Waktu tersebut tidak cukup untuk menonton film apalagi dgn durasi panjang, sehingga nyaris tidak ada waktu diskusi. Solusinya? Pilih snapshot film, yakni memilih bagian penting dari film untuk diedit sehingga berdurasi lebih pendek. Saat ini banyak juga bbrp snapshot movie di internet. Atau berikan aktivitas yang membuat siswa aktif selama menonton film, sehingga tidak perlu banyak waktu untuk diskusi. Hasil aktivitas bisa dikumpulkan dan di bahas di pertemuan berikutnya.

Tempat juga menjadi pertimbangan. Bisa di tempat belajar atau ke tempat menonton film, bioskop beneran, tetapi harus menyesuaikan judul film sesuai jadwal tayang. Jika di kelas, bisa saja dengan menyediakan perlengkapan seperti proyektor, ruangan agak redup, jika memungkinkan kedap suara, ruangan luas dan nyaman. Jika ada semacam lab computer atau laboratorium bahasa, tentu akan nyaman.

  1. Pilih Tema Movie yang Sesuai

Hindari asal pilih movie, pilihlah yang sesuai untuk siswa baik dari sisi usia, tema cerita, atau bahkan kesesuaian dengan materi yang diajarkan. Pastikan pengajar telah menonton dan menyeleksi film terlebih dahulu. Selain menghindari hal-hal yang tidak sesuai, juga membantu guru mempersiapkan aktivitas apa yang akan diberikan. Jangan sampai jadi boomerang, alih-alih menonton film supaya kelas interaktif, malah siswa meniru tindak kekerasan, kriminal, kata-kata tidak sopan atau tindak asusila lainnya.Akan lebih bagus lagi jika sesuai dengan materi yang dipelajari. Siswa akan lebih mudah mengingat dan membuat korelasi.

  1. Persiapan Perangkat

Saat ini hampir semua sekolah bahkan kelas-kelas memiliki proyektor, laptop atau setidaknya komputer dan pemutar video. Rasanya tidak ada kesulitan menyiapkan perangkat menonton movie. Jangan lupa speaker untuk memastikan suara terdengar ke seluruh ruangan. Jika menonton di lakukan di lab komputer, siswa bisa dengan asyik menonton tanpa berisik suara lain. Persiapkan ini dengan baik untuk mendukung kelas menonton film yang menyenangkan. Bila sedang asyik menonton tiba-tiba suara hilang, atau gambar tidak jelas, tentu sangat mengganggu.

  1. Persiapkan Aktivitas

Bagian maha penting dari menonton film adalah aktivitas di dalamnya. Rencanakan apa yang dilakukan siswa sambil menonton film, setidaknya berikan guideline, apa-apa saja yang butuh perhatian ekstra. Hal ini untuk menghindari siswa sekedar menonton, mulai bosan dan mengantuk, apalagi untuk mereka yang kurang suka menonton.

Seperti juga aktivitas belajar lainnya, sesuaikan aktivitas dengan usia atau level siswa, sesuaikan dengan tingkat kesulitan dan sesuaikan dengan tujuan. Misal di kelas bahasa, siswa mengidentifikasi kata-kata dalam film, siswa mengidentifikasi tokoh, setting dan lainnya. Di social subject siswa mengidentifikasi setting tempat, gaya hidup, nilai budaya dan lainnya. Pemahaman mengenai konten film bisa diberikan dalam aktivitas. Bisa juga siswa diminta menceritakan kembali isi cerita, atau mengambil contoh –contoh perilaku dkaitkan dengan tema pelajaran.

Sebelum memulai memutar film, sebaiknya berikan overview singkat mengenai film tersebut sebagai prolog. Ini akan membantu siswa memahami keseluruhan isinya nanti. Tidak lupa, sampaikan tujuan dan detail aktivitas yang harus dilakukan, baik worksheet maupun di kertas lain siswa sebelum film diputar.

  1. Evaluasi Aktivitas

Setelah menonton, tanyakan bagaimana perasaan siswa, respon setelah menonton, sebagai refleksi dapi aktiviatas belajar hari itu. Berikan jeda waktu sehingga siswa menyelesaikan tugas aktivitas nya. Jika tidak cukup waktu, tetap lakukan evaluasi di pertemuan berikutnya. Jangan biarkan aktivitas yang sudah menyenangkan tsb menguap begitu saja. Selain diskusi, bisa juga meminta siswa menceritakan kembali, menggambar, menyusun lanjutan cerita, mempresentasikan, membuat versi lain dari cerita, mengkorelasikan dgn kehidupan sehari-hari, dan sebagainya. Jika dilakukan dengan serius, pasca menonton akan memerlukan sekitar dua atau tiga pertemuan. Buat ini berkesan.

 Nah itu kira-kira hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan movie atau film sebagai media pembelajaran di kelas. Tentu ada yang punya banyak pengalaman juga mengenai aktivitas ini dan tentu banyak ide untuk membuat acara belajar dengan menonton film ini makin menyenangkan. Let’s share.

Keep on fun learning..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s