Berakhir Di Januari

31 Januari 2015

Assalamu’alaikum, January…

Apa kabarmu di akhir bulan ini? Ini hari terakhirmu. Pernahkah kamu khawatir hari-harimu tak akan terulang lagi tahun depan? Apakah kamu sedih saat esok kamu sudah tergantikan? Atau kamu senang karena tak ada lagi yang mengeluhkanmu seperi Januari, hujan sehari-hari…dan semacamnya? Apakah kamu tidak sakit hati ketika kamu disambut gegap gempita oleh seluruh penjuru dunia dan esok kamu akan dilupakan begitu saja?

Ya, beruntungnya kamu, setiap akhir tahun kamu dinantikan oleh semua umat di muka bumi ini. Mereka menyiapkan segala rupa untuk menyambut kedatanganmu. Banyak yang rela menghabiskan uang milyaran rupiah, menyiapkan segala rencana indah, menghubungi semua orang untuk berkumpul bersama, makan yang tak biasanya mereka makan, dan rela tidak tidur atau tidur di tempat yang biasanya bukan tempat mereka tidur. Kamu bagai magnet yang luar biasa, menarik perhatian semua insan di dunia. Tak peduli di suatu sudut sana ada seseorang menangis, berduka, tersedu meratapi kemunculanmu yang tak lagi dapat ditahan oleh manusia.

 Satu hari saja. Ya…..satu hari saja semua mencapai klimaks saat jam 12 tengah malam dan kau perlahan-lahan muncul. Tidak lebih dari 10 menit, upacara penyambutanmu usai. Matahari pagimu muncul dan kamu akan mendapati kami mulai kembali hidup normal. Sebagian dengan penuh optimis, sebagian dengan penuh harap, sebagaian penuh cemas, sebagian khawatir, dan sebagian banyak tak mampu berpikir. Hari demi hari, keistimewaanmu pudar, perlahan tapi pasti, orang mulai melupakanmu. Sebagian lain berharap kamu segera berlalu. Hanya segelintir orang menantikan satu hari spesial darimu. Salah satunya aku.

Aku mungkin tidak sendirian. Aku jatuh cinta padamu sejak aku dilahirkan. Cinta yang tak pernah salah. Cinta yang alami hadir saat aku dihadirkan di dunia ini. Meskipun aku tak pernah tahu benarkah ini hari aku ada di dunia. Aku percaya yang tertulis dalam lembar akta adalah fakta yang ada. Aku tak pernah meminta akan bertambat pada hari terakhirmu hari ini puluhan tahun lalu. Aku tak pernah tahu apa tulisan di lauhul mahfuz tentangku. Rahasia Illahi yang terus menjadi misteri. Aku mengingat hari ini selalu. Aku menantikan dan menyambutmu dengan segenap jiwa. AKu mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri. Tak akan terganti.

Apakah kamu bahagia hari ini? Hari dimana aku mengingatmu tepat saat pergantian hari tadi malam. Bahkan aku mengingatmu sepanjang hariku. Kureka-reka rencana, kubersiap penuh harap, dan kuucap dalam doa istimewa sejak tadi malam. Aku tahu aku tak sendiri. Ada orang-orang yang satu jiwa dalam alur yang sama entah dimana mereka berada. Ada yangberkumpul bersama keluarga, ada yang menikmati kesendirian dalam ruangnya. Ada yang berucap dalam hati dengan doa-doa, ada yang berpesta pora dengan gembira, ada yang menangis, ada yang berada dalam dekap orang tak dikenalnya, mungkin juga ada yang tak bisa berpikir apa-apa. Begitulah adanya. Namun percayalah, mereka mencintaimu juga dengan sepenuh jiwa raga. Mereka hanya tidak punya cara mengungkapkan rasa yang menggelora.

Dalam detik yang terus berjalan, aku terus berucap syukur atas karuniaNya. Yang menciptakan kamu, mempertemukan kita di hari ini puluhan tahun lalu. Mentakdirkan aku ada dengan hidup yang pernuh warna. Aku tahu kamu sangat konsisten. Tak berubah sedikitpun, selalu tepat datang dan pergi. Hanya aku saja yang tidak paham bagaimana memaknai hadirmu. Kuucap terimakasih atas keberadaanmu yang penuh kasih, yang menjadi pengingat untuk banyak manusia akan hadirnya mereka, akan pertemuan mereka, akan kebersamaan mereka dalam nuansa cinta: lahir, hidup, mati…dalam upacara kelahiran, hari persahabatan, hari jadi pacaran, hari pertunangan, hari pernikahan, hari kematian. Semua memberikanmu banyak tanda gelar. Bagiku, kamu adalah awal kehidupanku…

Akankah kita terus bersama dan bertemu lagi tahun depan dan seterusnya? Katakan padaku jika kamu tahu. Jika Tuhan berbisik padamu bahwa ini yang terakhir, maka katakanlah agar aku dan semua yang mencintai hari ini bersiap dan menjadikan hari ini hari paling istimewa. Jika besok kita tidak bertemu lagi, hari ini aku harus mengisi dengan hal yang paling terpatri agar terbuka semua misteri. Baiklah…. setidaknya berikan tanda bahwa kita akan selalu bersama di lain dunia. Berdamailah denganku dan dengan orang-orang yang bersama harimu kini.

31 Januari, adalah tahun baruku…batas waktu yang menjadi refleksi hidupku….target waktu yang menjadi pijakan untuk hari-hari yang akan kulalui… Sebentar lagi kau akan terganti. Perlahan tapi pasti sebagian dari kami akan menjadikanmu memori. Tapi hidup belum berhenti. Kamu pasti melihat kami berjalan lagi dan kamu akan di depan untuk saling menyambut di tahun mendatang. Kami turut berputar dengan siklusmu dan pada saatnya nanti, kita akan bertemu…akan indah pada waktunya…pada saat yang tepat…pada saat yang sudah kita sepakati…pada takdir waktu kita…saat janji setia kita buktikan setiap tahunnya…. Aku bangga dengan tanggalmu, aku merasa istimewa dengan adanya kamu…Dan aku bahagia menyambut datangnya tanggal ini…Hari Ulang Tahunku….

Selamat ulang tahun untukku dan mereka yang menjadikan tanggal ini istimewa… Semoga kenangan indah selalu tercipta… karena kita tidak akan pernah tahu akankah hidup kita berakhir di Januari…

Terimakasih.

Wassalamu’alaikum January…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s