SURAT CINTA UNTUK ANAKKU IX: No Pain-No Gain…Everything is Fine…

Jakarta, 11 Februari 2015

Dear my one and only son, Nobel…

Today is your day. Hari ini Sembilan tahun lalu, Bunda berjuang keras untuk bertemu denganmu di dunia ini. Tepat adzan magrib, Sabtu malam, 9 tahun lalu akhirnya kita dipertemukan dalam tangisan nyaringmu. Alhamdulillaah, anugerah yang luar biasa. Kini kamu sudah tumbuh makin dewasa, tubuhmu bertambah tinggi dan  dua tahun lagi kamu akan memasuki usia belasan tahun.

Anakku sayang, satu tahun terasa sangat singkat. Rasanya baru kemarin kita memanjatkan doa bersama di ulang tahunmu ke delapan. Kini satu tahun sudah terlewati dengan segala cerita yang luar biasa, tak terlupakan, bukan hanya untukmu tetapi untuk kami semua. Kamu harus selalu ingat banyak kenangan yang telah kita lalui di tahun 2014. Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang, Nak? Saat kamu mulai tidak mau ada perayaan istimewa di hari ulang tahunmu seperti dulu…Apakah kamu menanti surat bunda?

Mas Nobel, masih ingat kejadian-kejadian di usiamu 8 tahun ke saat ini?

Yaa…Ulang tahunmu ke delapan baru saja berlalu dan mas Nobel langsung masuk rumah sakit. Untuk pertama kalinya di pertengahan Maret 2014, kamu harus diopname di rumah sakit karena serangan demam berdarah. Tak tanggung-tanggung, genap satu minggu kita berpindah rumah ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur. Bunda tak kuasa melihatmu lemah, demam tinggi dan muntah. Alhamdulillaah kamu segera tertolong dan dirawat dengan baik hingga kembali ke rumah. Huft, bukan hal yang menyenangkan. Kamu pun bosan dan kapok sakit lagi. Apalagi kita jadi absen di acara keluarga di rumah mbah di Jogja karena kamu masih di rumah sakit. Sedih karena semua pulang kampong, tapi bulan mei kita bisa berkunjung ke rumah mbah sebagai gantinya. Maaf ya mas… Mulailah banyak makan dan sehat selalu.

Hurray, mas Nobel naik kelas 3! Yak. Awal tahun ajaran baru 2014 di bulan Juli, mas Nobel resmi naik kelas 3 SD. Yuhuuuu…. Time flies…. Bunda senang saat kamu belajar dengan riang dan menikmati hari-harimu bersama teman-teman. Bukan hanya perkembangan kognitif yang dilihat dari angka-angka di raport yang membuat kami bangga, tetapi bagaimana mas Nobel yang makin besar, makin dewasa, makin berani, makin mandiri, mampu menyelesaikan masalah, menerima kenyataan dan siap dalam segala kondisi yang dihadapi. Go Nob!

Mas Nobel sayang…ada yang sangat istimewa dan tidak akan kamu lupakan sepanjang hidupmu sbg laki-laki adalah ketika kamu khitan di akhir Juli 2014, satu hari sebelum puasa Ramadhan dimulai. Suatu hari pulang sekolah kamu tiba-tiba minta sunat di tempat sunat teman baikmu di sekolah. Harus sebelum puasa, supaya bisa full puasa Ramadhan katamu. Ok…Mau tak mau, Bunda ambil cuti, menelepon ke Rumah Sunatan dan kita datang kesana sesuai tanggal dan waktu yang disepakati, Jumat pukul 10 pagi. Tanpa persiapan yang istimewa, semua serba mendadak, cukup doa bersama dari keluarga. Alhamdulillaah, mas Nobel resmi dikhitan. Cukup 6 menit. Bunda yang khawatir selama ini ternyata harus sangat menghargai keberanianmu, menghargai kesabaran dan ketelatenanmu saat kamu harus merawat dirimu sendiri 3 hari setelah khitan. Maafkan bunda harus kembali bekerja dari pagi hingga petang. Bunda juga amat sangat menyesal tidak dapat membantumu di saat-saat penting ini. Baru 2 hari habis khitan dan belum kontrol ke dokter, kamu harus bunda ajari bagaimana membersihkan, meneteskan obat dan lainnya hingga acara perawatan pasca khitan bisa kamu lakukan sendiri dengan sukses. Hehehe…si mbak tidak boleh membantu sama sekali, takut kelihatan. Terimakasih untuk celana sarang burung yang sangat membantu, jadi mas Nobel bisa langsung sekolah dan beraktivitas seperti biasa setelah khitan. Langsung main petak umpet pulang dari Rumah Sunatan. Keren!

Puasa Ramadhanmu berjalan lancar. Alhamdulillaah. Shalat tarawih juga full. Hebatnya anak bunda…Maafkan bunda yang tidak bisa full mendampingimu berbuka puasa dan tarawih bersama… Tidak hanya satu atau dua kali, kamu harus sering sendirian saat buka puasa tiba dan kami ada setelah kamu sholat tarawih. Dan untuk pertama kalinya sepanjang hidup kita, lebaran tahun 2014 ini kita rayakan di Jakarta. Tidak ada acara pulang kampng alias mudik seperti biasanya. Mbah putri yang sendirian di rumah akhirnya lebaran di Jakarta. Serunya merayakan idul Fitri bersama keluarga di Jakarta… Dan…tanpa rencana yang matang, kita isi liburan Idul Fitri dengan pergi ke Pulau Tidung di Kepualauan Seribu. Masih ingat waktu kita naik kapal kayu yang penuh penumpang membludak dan tidak memakai pelampung? Kita mengapung di kapal sekitar 3 jam. Hari berikutnya ketika kita pulang, akhirnya kita naik kapal cepat ke Marina Ancol. Masih ingat bagaimana kita menunggu dapat penginapan dan sepeda trus kaki bunda digigit kucing? Masih ingat kita berusaha menyalakan kembang api namun gagal? Dan pasti masih sangat ingat saat kita mengeluhkan sampah yang bertebaran di laut dan di pulau. Alhamdulillaah perjalanan yang lumayan untuk memperkenalkan mas Nobel dengan satu pulau kecil tujuan wisata, yang kamu bilang beda jauh dan tidak sebagus Gili Trawangan.

Momen lain yang tentu kamu akan ingat selamanya adalah saat kami memberikan reward atas capaianmu baik hafalan Qur’an, bacaan Qur’an, nilai akademik dan keberanianmu khitan, serta rasa syukur atas anak yang pengertian dan rajin sepertimu. Anak yang baik, teramat baik dan pendiam. Kadang-kadang kami harus ‘keras’ untuk tidak menuruti keinginannmu meski sekedar jajan atau beli mainan, kecuali kamu telah menyelesaikan sesuatu atau mencapai sesuatu. Bulan Oktober kita bergi ke Legoland Malaysia dan jalan-jalan ke Singapore. Masuk Universal Studio dan mengobati penasaranmu atas wahana Transformer yang keren. Rejeki anak sholeh ini sepertinya. Alhamdulillaah. Bangga dan terharu bisa melihatmu tertawa riang menemukan ‘dunia’mu yang kamu impikan. Dunia yang terbuat dari lego! Yang selama ini kamu lihat-lihat brosurnya, yang selama ini kamu lihat gambarnya, dan ini momen pertama kalinya kamu menikmati setiap sudut yang terbuat dari lego. Jalan-jalan dengan cara sederhana semacam flashpacker sepertinya baru saja kita lalui. Pulang dengan berbagai pernak-pernik lego dan perasaan puas. Mengajarkanmu bukan hanya tentang luasnya bumi ini, meski hanya ke negeri seberang, tetapi juga bagaimana kamu bisa hidup dan berinteraksi dengan banyak orang di banyak tempat dengan berbagai karakternya. Bertepatan dengan libur Deepavali, maka kamu terheran-heran banyak orang India di Singapore dan Malaysia. Hahaha…anak yang lucu, menyiapakan perlengkapan sendiri, melewati imigrasi sendiri, belajar belanja sendiri, menghitung kurs mata uang, memilih menu makanan sendiri, naik wahana permainan sendiri, semua hal kamu harus lakukan sendiri meski kadang kamu tidak percaya diri, takut dan hampir menangis….dan kami berharap kamu bisa semakin mandiri… Unforgettable moment nak…Maafkan ya belum bisa mengajakmu menginap di Legoland Hotel…Next time kita menginap di sana, di Kingdom room impianmu… Lanjutkan kebiasaanmu menabung dan bersedekah… Hidup sederhana dan berhemat…

Mas Nobel, sesungguhnya cita-cita bunda setahun ini bisa mengajakmu backpacker-an keliling Indonesia yang luas dan kaya raya ini. Maaf belum bisa terwujud di usiamu ke delapan. Baru satu tujuan yaitu Lampung, dimana ada mbak Vita, sepupumu yang bertugas di sana. Weekend yang kita rencanakan mendadak karena ada tiket murah, dan kita berangkat Jumat sore di bulan November. Penerbangan yang cukup 35 menit ini rasanya seperti naik roller coaster. Hehehe.. seru juga. Tujuan utama selain silaturahmi juga mengenalkanmu dengan propinsi di pulau lain di negara kita selain Bali dan Lombok yang pernah kamu kunjungi, serta pulau Jawa tempat kamu tinggal. Hasil pencarian kilat sebelum kita berangkat adalah ke Teluk Kiluan di ujung Lampung. Ok, dengan perjuangan berat dan bantuan mbak Vita, kita bisa mencapai Teluk Kiluan. Tidak mudah, medan yang sulit dan alhamdulillaah, kita menikmati sunset yang indah di sana. Paginya kita menuju ke tengah samudra untuk menyaksikan migrasi ikan lumba-lumba. Benar adanya. Dengan perahu nelayan, menuju ke tengah samudra, berkeliling mencari rombongan ikan lumba-lumba… Voila! Benar saja, kita melihatnya dengan mata telanjang tepat di dekat kapal kita. Muka yang agak ketakutan pun bersinar dan riang. Puas menikmati perjalanan luar biasa ini. Kamu tahu betapa kita teramat sangat kecil di dunia yang luas ini. Dan Allaah swt punya kuasa atas hidup kita. Sedikit saja kita digoyang ombak besar, tenggelam sudah kita di tengah laut luas itu… Anakku…mari melihat luasnya bumi Allaah lebih dekat…Semoga selalu ada kesempatan dan kemudahan bagi kita untuk mendatangi dan mengagumi ciptaanNya…

My lovely son, perjalanan satu tahun lalu kita tutup dengan mengunjungi mbah dan berkumpul dengan keluarga besar. Bunda merasa bagaimana kamu juga menghormati orang tua tanpa membedakan kondisi mereka yang kita kunjungi. Kamu mulai cukup dewasa untuk menentukan pilihan-pilihan. Kamu mulai memahami banyaknya perbedaan dan kamu menunjukkan kecintaanmu kepda keluarga. Sungguh amat sangat majemuknya keluarga besar kita dan kamu sudah belajar tentang toleransi dan menghargai perbedaan. Berpegang kuatlah pada apa yang kamu yakini, kepada yang kamu imani, dan pahamilah bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan yang sama, mengagungkan satu Tuhan, hanya cara beribadahnya yang berbeda.

Mas Nobel sayang, tidak masalah ketika kamu ambil ekskul robotik, ikut les renang, pilih les karate atau masuk klub sekolah sepak bola. Bagi kami apapun yang kamu punya passion, punya ketertarikan, lakukanlah, sebanyak-banyak kamu bisa, kami mendukungmu. Pesan Bunda, lakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh. Usiamu yang makin bertambah tentu akan menuntut kamu untuk serius menjalani setiap pilihan. Meski sulit, kami tahu kamu berusaha sekuat tenaga. Termasuk ketika teman-temanmu ikut les Matematika dan kamu tidak, kami merasa itu adalah bagian dari caramu mengenali dirimu atas kelebihan dan kekuranganmu.

Anakku, hidup itu tidak mudah, pun juga tidak sulit, tergantung pada bagaimana kita bersikap. Kami harus membekalimu dengan banyak kesiapan-kesiapan diri di usia pertumbuhanmu untuk menghargai sebuah pengorbanan, menghargai sebuah usaha, mensyukuri setiap nikmat, berjuang hingga akhir, memiliki mental juara, bersiap akan kekalahan dan mampu beradaptasi di setiap kondisi. Bumi berputar, demikian juga kehidupan ini. Semoga kita semua sehat, kami bisa menyaksikan kamu wisuda tahfiz Qur’an segera, menyaksikan kamu khatam Qur’an, menyaksikan kamu melanjutkan pendidikan hingga kami tua nanti. Semoga kami diberikan kekuatan dan kemudahan untuk sanggup menjagamu. Jadilah anak yang sholeh, sehat dan cerdas. Semoga Allaah swt memberikan banyak berkah untuk usiamu kini. Amiinn…

Maafkan kami yang kurang sempurna. Maafan kami yang tidak jarang berlaku ‘keras’ kepadamu, namun percayalah banyak cinta untukmu… Maafkan bunda yang harus menulis surat ini tahun demi tahun, agar kamu mengingat masa-masa yang sulit kamu ingat kelak, atau hal-hal yang terlewat. Suatu saat nanti, bacalah kembali surat-surat ini sebagai bagian dari cerita perjalanan hidupmu…

 Selamat Ulang Tahun anakku sayang… Kami mencintaimu…

Love you as always,

Bunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s